Kisah Relawan Semalam Makamkan Tiga Jenazah Korban Covid-19

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dengan melonjaknya angka penularan dan jumlah kematian korban Covid-19, relawan di Bantul mulai kewalahan melakukan penanganan dan permintaan bantuan tenaga, utamanya yang dialami Tim Kubur Cepat Covid-19. Karena sarana dan prasarana yang ada di relawan juga semakin menipis. Seperti APD dan vitamin.

Menurut Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito SH Selasa (29/06/2021), tugas relawan di Bantul terutama anggota FPRB setelah terjadi peledakan angka paparan Covid-29 sekarang menjadi berat.

“Kalau dulu tugas pemakan jenazah positif Covid dilakukan oleh petugas PMI atau BPBD, sekarang diserahkan ke FPRB di masing-masing Kalurahan. Jadi tugasnya cukup berat, seperti Kalurahan Timbulharjo belum lama ini, dalam semalam memakamkan tiga jenazah terkena Covid-19 dengan kubur cepat,” ungkap Waljito.

Dengan kondisi seperti Waljito minta perhatiannya kepada pemerintah untuk relawan yang ada di desa. Terutama pengadaan bantuan vitamin, APD yang sudah menipis. Seperti PAD untuk pemakaman. Dalam aturan memang diperbolehkan dalam 1 x 24 jam jenazah baru dimakamkan, tetapi pada umumnya warga minta segera untuk dimakamkam lebih cepat.

Sementara Kepala BPBD Bantul Drs Dwi Daryanto membenarkan jika para relawan di Bantul mulai kewalahan melayani permintaan bantuan penanganan Covid. Tetapi Dwi Daryanto minta kepada para relawan di Bantul untuk tetap semangat melaksanakan tugas kemanusiaan dengan gotong-royong.

Saling membantu antar relawan, membantu medis, maupun Satgas. Dengan doa dan harapan Covid-19 di Bantul segera berakhir. Dwi Daryanto juga akan mengupayakan mencari bantuan untuk kebutuhan relawan, diantaranya vitamin, APD maupun logistik.

Ia berkeyakinan dengan banyak doa dan gotong-royong, masyarakat mematuhi protokol kesehatan, Covid di Bantul segera berakhir. Paling tidak terus menurun. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI