Kisah Warga Kehilangan Sapi Saat Wabah PMK Merajalela di Bantul

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini menjadi momok paling menakutkan bagi pemilik ternak di Bantul.
Penyakit tersebut bahkan tanpa ampun menyerang sapi -sapi yang awalnya sehat bugar. Warga Dusun Pentung Kalurahan Seloharjo Kapanewon Pundong Bantul sudah merasakan pedih ketika sapi ternaknya mati dihantam PMK.
“Tabunganku‎  Rp 22 juta hilang mas,” ujar Adi Kemis menceritakan dampak setelah sapinya mati Sabtu akhir pekan lalu.
Lelaki bersahaja tersebut mengungkapkan, sapi kesayangannya itu meregang nyawa ketika masih menyusui pedhet berusia empat bulan.
Peristiwa matinya sapi betina pertengahan Juni lalu membuat Adi terguncang jiwanya. “Bagi masyarakat didesa seperti saya,  sapi itu untuk ‘ingon-ingon’ sekaligus tabungan.  Sehingga kalau tiba tiba mati siapa yang tidak sedih,” ujarnya lirih.
Adi Kemis hingga kini masih dibuat bingung kenapa sapinya tertular PMK. Padahal  sapinya tidak pernah keluar kandang kecuali pada saat dimandikan di sungai.
Perihal PMK sudah menyerang ternaknya diketahui saat dari mulut sapinya terus mengeluarkan liur, tidak ada nafsu makan. Bahkan sampai  empat hari, tidak makan dan minum
Melihat gelegat kurang baik tengah menimpa hewan piaraanya. Lelaki legam tersebut kemudian berusaha menghubungi mantri agar sapinya segera disuntik agar bugas kembali.
Adi Kemis sempat bunga- bunga hatinya setelah pasca suntikan ke tiga sapinya mau makan dan minum.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.  Ketika sedang berada disawah,  Adi Kemis mendapat kabar sapinya sekarat.
Sapinya kemudian disembelih dan dijual kepada pedagang di Gunungkidul dihargai Rp 4 juta. Meski baru kehilangan sapi yang dijadikan sebagai tabungan seharga Rp 22 juta.
Namun Adi Kemis masih  bersyukur pedhetnya bisa menghindar dari keganasan wabah PMK.
Nasib tidak kalah pilu juga dirasakan warga Pentung  lainnya Ny Tugiyem. Dua ekor sapi miliknya mati setelah tidak kuat menahan gempuran PMK.
Tugiyem menjelaskan,  wabah PMK begitu meraja- lela dan sulit dihentikan dilingkungan rumahnya.  Ada sapi selamat dari PMK, namun tidak jarang hewan ternak tersebut harus mati dalam kondisi sakit.
Oleh sebagian warga, budidaya sapi itu,  ibarat  menabung.  Jika sewaktu -waktu ada kebutuhan besar dan mendadak bisa dijual.

BERITA REKOMENDASI