Kisruh Brambang Nawungan Sampai DPR RI

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Belum tuntasnya kisruh pembayaran bagi petani bawang merah Dusun Nawungan Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul akhirnya mencuat sampai ke DPR RI.

Kasus yang begitu menghentak publik tersebut bermula ketika Mei 2021 petani Nawungan yang tergabung dalam Kelompok Tani Lestari Mulyo panen raya bawang merah. Kemudian datang pembeli besar dengan bendera PT 3 M. Namun setelah barang dibawa, hinggga kini ada puluhan petani Dusun Nawungan Kalurahan Selopamioro belum menerima pembayaran yang ditaksir mencapai Rp 348 juta.

“Saya kasihan saja, uang itu bagi petani sangat besar sekali. Bukan saya sok kaya, tetapi apa yang dialami petani bawang merah Nawungan sangat memperihatinkan,” ujar anggota DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM dalam panen raya mina padi di Kelompok Tani Sasono Catur Dusun Kanten Kebon Agung Kapanewon Imogiri Bantul, Rabu (16/09/2021).

Politisi Partai Golkar tersebut menyarankan agar aset milik pedagang yang ingat ini belum melunasi pembayaran disita sebagai jaminan. Jika perlu dilaporkan ke pihak berwajib agar semua jelas. Dengan kondisi tersebut mestinya segera diselesaikan jangan sampai petani dirugikan.

Salah satu petani yang belum menerima pembayaran Yuwono mengungkapkan, keseluruhan satu ton bawang merahnya belum dibayar. “Soal pembayaran belum jelas, yang jelas saya kurang Rp 17 juta,” jelasnya.

Dijelaskan, sebenarnya berbagai jalan sudah ditempuh petani agar haknya segera dipenuhi pedagang. Tetapi hingga empat bulan pasca panen kekurangan pembayaran belum juga kelar.

Bahkan petani sudah mengadu ke Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih kemudian beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bantul dan jajaran. Tidak berhenti sampai disitu petani Nawungan berjuang, karena mereka juga mendapat suport advokasi dari DPD PAN Kabupaten Bantul.

Selain itu Komisi B DPRD Bantul juga datang langsung menemui petani untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya. Tetapi hingga kini persoalan yang membelit petani tak kunjung selesai.

Salah satu petani yang enggan disebut jati dirinya mengungkapkan,jika Pusat Bantuan Hukum Projotamansari hingga kini belum memberikan kepastian titik terang terkait dengan kekurangan pembayaran. “Dulu ketika PBH Projotamansari kamu menaruh harapan besar, tetapi hingga sekarang belum membuahkan hasil,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI