KKNT Universitas Alma Ata Inovasikan Program Penguatan Pangan Berbasis Ecovillage

BANTUL, KRJOGJA.com – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Alma Ata secara resmi telah dilaksanakan sejak bulan September hingga bulan November 2021. Meskipun berlangsung dalam kondisi yang menuntut adanya kebiasaan baru di tengah-tengah pandemi Covid-19, KKN-T menjadi momentum yang membuktikan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tetap dapat diaplikasikan secara partisipatif bersama warga masyarakat dengan prosedur asertif terhadap protokol kesehatan.

“Adapun tema umum dari KKN-T Universitas Alma Ata (UAA) di tahun ini adalah ‘Peningkatan Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal’. Hal ini menjadi peluang emas bagi para insan akademik khususnya para mahasiswa UAA untuk mengeksplorasi masalah lokal menjadi laboratorium sosial yang representatif dalam mengartikulasikan bidang keilmuan selama di bangku perkuliahan,” ujar Ragil Satria Wicaksana MSI selaku Dosen Pembing Lapangan.

KKN-T yang dilakukan di Dusun Kadisono memberikan ruang kolaborasi dan sinergi yang begitu luas bagi Mahasiswa UAA. Dinamika demografis dan topografis yang khas dari Dusun Kadisono, Pajangan Bantul memiliki impak positif di mana Mahasiswa UAA dituntut untuk berpikir dan bertindak responsif serta adaptif dalam meresolusikan program yang linier dengan kebutuhan desa. Salah satunya adalah inisiasi program lokal yakni akselerasi ketahanan pangan berbasis ecovillage yang disampaikan oleh Rafiqoh Hamdani Hasibuan selaku Ketua sekaligus Perwakilan dari Kelompok KKN-T 04 UAA di Kadisono.

“Ketahanan pangan berbasis ecovillage merupakan serangkaian program kerja yang diformulasikan oleh Kelompok KKN-T UAA yang terdiri dari kombinasi lima Program Studi yakni S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Matematika, S1 Ilmu Gizi, S1 Perbankan Syariah, dan S1 Manajemen yang terbukti sudah terakreditasi dan memiliki prestasi di tingkat Nasional maupun Internasional. Orientasi dari program ecovillage itu sendiri adalah menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa tentang pentingnya memanfaatkan serta mengelaborasikan potensi sumber daya lokal dengan teknologi sebagai upaya strategis membangun kultur desa yang sehat, kuat dan berdaya saing,” ungkap Rafiqoh.

BERITA REKOMENDASI