Kodim Bantul Putar Film Pengkhianatan PKI di 75 Lokasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jajaran Kodim 0729 Bantul siap mengelar nonton bareng (nobar) pemutaran film G-30S/PKI di 75 lokasi wilayah kabupaten ini. Kegiatan nobar tersebut akan dilaksankan di tiap-tiap desa yang berada di 17 Koramil wilayah teritorial Kodim Bantul. Selain diikuti para prajurit, nobar ini juga mengajak warga untuk menyaksikan secara langsung pemutaran film tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, Letkol (Inf) Agus Widianto menegaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah untuk memutar film G-30S/PKI. Tujuan pemutaran film ini tak lain agar masyarakat mengetahui dan mengingat peristiwa kelam pengkhianatan terhadap Pancasila yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

“Masyarakat tak boleh lupa akan sejarah, bahwa memang ada upaya mengganti dasar negara Pancasila dengan ajaran paham komunis yang dilakukan PKI kala itu. Hal tersebut tak boleh terjadi lagi saat ini dan untuk masa yang akan datang di Indonesia,” tegas Agus Widianto didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0729 Bantul, Mayor (Inf) Suwarno di makodim setempat, Jumat (22/10/2017).

Agus Widianto menegaskan PKI tak akan pernah bisa hidup di Indonesia selama rakyat dan TNI bersatu menjaga Pancasila. Walau gerakan terlarang tersebut terus mencoba bangkit kembali, namun Pancasila tetap mampu menunjukan kesaktiannya untuk menjadi benteng negeri ini.

Dengan momentum jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Jadi TNI, Agus Widianto kembali mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan menghindari upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin memecahbelah bangsa. Karena dengan persatuan itulah Indonesia menjadi kuat dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan pemutaran film pengkhianatan PKI di wilayah Kodim Bantul ini telah dilangsungkan sejak Kamis (21/09/2017) hingga Sabtu (30/09/2017) mendatang. Selain di desa-desa, nobar juga digelar di sekolah-sekolah guna memberikan nilai pendidikan bagi para pelajar untuk paham akan sejarah bangsa. (Van)

BERITA REKOMENDASI