Koleksi Ribuan Buku, Perpustakaan SMK N 1 Pundong Bisa Diakses Siswa Sekolah Lain

Editor: KRjogja/Gus

PUNDONG, KRJOGJA.com – Menurunnya animo minat baca dikalangan siswa menjadi salah satu fokus perhatian SMK N 1 Pundong Bantul. Beberapa langkah diambil untuk meningkatkan minat baca siswa di lingkungan sekolah tersebut. Mulai dari peningkatan sarana prasarana perpustakaan hingga menambah koleksi buku sesuai dengan kebutuhan. Bahkan SMK N 1 Pundong membuat kebijakan perpustakaan di sekolah tersebut boleh dikunjungi siswa lain di Kabupaten Bantul. 

"Siswa dari SD Monggang sudah berkunjung, kemudian ada juga dari SLB juga ke Perpustakaan Labdagati SMK 1 Negeri Pundong. Mereka membaca koleksi buku dan juga prasarana yang ada. Karena setelah mendapat akreditasi A koleksi kami mencapai 2.816 judul buku," Kepala SMK Negeri 1 Pundong Sutopo didampingi Kepala Perpustakaan Labdagati SMK N 1 Pundong, Yudi Arismawati, Kamis (23/1).

Sutopo mengatakan, untuk saat ini perpustakaan di sekolahnya terus berbenah. Mulai penyediaan sarana prasarana, meningkatkan jumlah koleksi buku. Hingga memberikan fasilitas penunjang supaya animo minat baca meningkat. Dari sekian langkah yang diambil tersebut, prinsipnya SMK N 1 Pundong membuat suasana perpustakaan itu nyaman. 

"Kami menyadari bahwa minat baca siswa kami masih perlu ditingkatkan, oleh karena itu kami mengeluarkan kebijakan siswa wajib berkunjung ke perpustakaan," ujar Sutapa.
 
Selain itu, sekolah juga membuat pojok buku dibeberapa lokasi strategis. Misalnya di Gazebo buku itu siswa bisa membaca dengan koleksi buku yang sudah disediakan. Perpustakaan berusaha mendekatkan buku kepada siswa diharapkan dengan metode tersebut siswa diharapkan terangsang untuk terus membaca. 

"Indikator meningkatnya minat baca siswa di sekolah kami adalah kami lihat dari tingkat kunjungan di perpustakaan, acuan lainnya adalah jumlah buku yang dipinjam siswa ternyata ada kenaikan sangat signifikan sekali," ujarnya.
 
Selain mengoleksi buku pengetahuan umum, perpustakaan Labdagati juga membuat konsep ruang kebudayaan hingga ruang khusus disabilitas. Ruang kebudayaan tersebut berisi tentang hal-hal yang berbau budaya seperti gamelan. Bahkan ada pula beberapa permainan tradisional. Sehingga ketika ada pengunjung perpustakaan bisa menyesuaikan dengan usia. 

Kepala Perpustakaan Labdagati SMK N 1 Pundong, Yudi Arismawati, mengatakan bahwa SMK 1 Pundong juga memberikan layanan perpustakaan di SD. "Ada sekolah yang kami suport untuk koleksi bukunya. Kami berusaha menjadikan kebiasaan membaca ini sebagai sebuah kebutuhan," kata Yudi. (Roy)

BERITA REKOMENDASI