Komunitas Kebhas Jogja Ulurkan Tangan Bantu Warga Pandak

Editor: KRjogja/Gus

PANDAK, KRJOGJA.com – Komunitas  Keluarga Bhakti Sosial (Kebhas) Yogyakarta menggelar aksi sosial di Dusun Ciren Desa Triharjo Pandak Bantul. Kali ini komunitas  yang fokus dalam bisa sosial tersebut menyambangi keluarga Ny Kromo (92). Di rumah perempuan berusia 92 tahun tersebut, Kebhas Yogyakarta  memberikan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian anggota komunitas dengan warga kurang mampu di wilayah tersebut.

Harapannya, dengan bantuan yang diberikan tersebut bisa mensupport keluarga Ny Kromo  yang saat ini sudah menginjak usia senja. Paling tidak, dengan adanya perhatian dari Komunitas Kebhas Yogyakarta jadi penyemangat keluarga Mbah Kromo di masa tuanya.   Dalam kondisi usia tua, seseorang sangat membutuhkan perhatian. Jangan sampai hidupnya merasa sendiri, oleh karena itu sangat dibutuhkan  perhatian dan kasih sayang dari orang disekitarnya.  

Ketua Kebhas Yogyakarta Ani Triharyanti, Rabu (4/12) mengatakan, sejauh ini bantuan yang diberikan berupa sembako serta sejumlah uang tunai untuk menumpang kebutuhan sehari-hari. Selain itu,  Kebhas juga membantu dalam mengurus administrasi terkait dengan peningkatan kualitas kesehatan ke dinas atau instansi pemerintah Bantul. “Kami uruskan surat izinnya ke Dinas Sosial, itu wujud komitmen kami dalam memberikan bantuan kapeada warga kurang mampu,” ujarnya. Jangan sampai masyarakat Bantul lanjut usia mengalami banyak hambatan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tekad itu, Kebhas berusaha menjembatani keluarga Ny Kromo. Ani mengatakan, tekad Komunitas Kebhas ingin memberikan sumbangsih kepada warga pantul yang sekiranya masih membutuhkan bantuan itu. Dengan programnya tersebut diharapkan bisa mendorong memancing pihak-pihak terkait saling support kepada warga yang membutuhkan baik itu di lingkungan dan Kabupaten Bantul secara umum. Kondisi keluraga Ny Kromo memang memperihatinkan, perempuan tersebut tinggal seorang diri ri rumahnya. Sementara keadaan rumahnya boleh dibilang jauh dari kata layak. Perempuan renta itu juga sudah tidak bisa jalan, sehingga aktivitasnya dilakuakn dengan cara ngesot. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI