KONI Bantul Minta KONI DIY Konsisten

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul meminta KONI DIY bisa konsisten dalam menegakkan aturan yang akan diterapkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY.l Hal ini menanggapi rencana digelarnya Rapat Revisi Peraturan Porda DIY dan Mutasi Atlet yang digelar KONI DIY, Kamis (10/6/2021).

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bantul, Drs Bambang Sutarto kepada KRJOGJA.com di Bantul, Rabu (9/6/2021) mengatakan, selama ini KONI Bantul menjunjung tinggi segala aturan yang telah ditetapkan oleh KONI DIY. Untuk itu, KONI DIY diharapkan juga konsisten dalam penerapan aturan pelaksanaan Porda DIY dan Mutasi atlet.

“Pada prinsipnya, kami ingin normatif saja sesuai aturan yang ada. Kami inginkan pelaksanaan Porda DIY mendatang dan masalah mutasi atlet dapat dilakukan sesuai aturan yang telah ditetapkan kemarin dan disetujui oleh semua KONI kabupaten atau kota se-DIY,” tegasnya.

Bambang mengungkapkan, jika mengacu pada data yang dimiliki KONI Bantul, sebenarnya ada banyak atlet yang tampil di Porda DIY tahun 2019 silam masih belum memenuhi persyaratan untuk perpindahannya atau proses mutasi. Untuk itulah, pihaknya berharap kedepan KONI DIY sebagai pelaksana Porda dapat memberikan ketegasan kepada atlet-atlet yang belum memenuhi syarat itu.

“Kemarin, ada sekitar 65 atlet yang menurut kami belum sah syarat-syarat mutasinya tapi tetap main di Porda 2019 silam. Dari jumlah itu, hanya ada 9 dilarang main bahkan sampai ke pengadilan. Nah, karena keabsahannya sebenarnya belum memenuhi kriteria aturan KONI DIY, untuk itu, kami minta KONI DIY bisa bersikap,” jelasnya.

Kedepan, jika nantinya persyaratan administrasi atlet tidak memenuhi syarat, Bambang meminta kepada KONI DIY tidak bisa mengesahkan mereka saat proses entry by name Porda DIY. “Kalau masih berkasus dan syaratnya tidak memenuhi syarat, yang jangan disahkan saat entry by name. Termasuk atlet-atlet yang di Porda kemarin masih berkasus jangan disahkan dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, beberapa waktu lalu ada usulan dari kabupaten lain yang menginginkan atlet-atlet yang sudah tampil di Porda DIY 2019 lalu dianggap telah sah dan memenuhi syarat ikut serta di ajang Porda. “Usul tersebut langsung kami tolak, karena masih ada banyak atlet yang tampil di Porda 2019 bermasalah proses perpindahannya,” terangnya.

Salah satu contoh atlet yang hingga saat ini dipermasalahkan oleh KONI Bantul menurut Bambang adalah atlet catur andalan DIY, M Kahfi Maulana yang pindah dari Bantul ke Sleman dan main di Porda 2019 lalu. Hal tersebut berbeda dengan kasus perpindahan atlet sepaturoda Gabriel Tito Batistuta dari Bantul ke Kota Yogya yang sudah sah melalui prosedur mutasi.

Padahal, sebelumnya, Gabriel sempat gagal tampil di Porda 2019 karena terganjal masalah mutsai, namun KONI Kota Yogya menyelesaikan proses mutasinya selepas Porda, sehingga secara syarat mutasi bisa tampil di Porda DIY mendatang. “Kahfi itu belum menyelesaikan proses mutasi sesuai regulasi KONI DIY. Harusnya, perpindahannya bisa mencontoh perpindahan Gabriel yang dilakukan KONI Kota Yogyakarta,” tandasnya.

Sementara itu terkait rencana keikutsertaan dalam Rapat Revisi Peraturan Porda DIY dan Mutasi Atlet yang digelar KONI DIY, Bambang menjelaskan, KONI Bantul akan diwakili 3 pengurus yang dipimpin langsung Ketum Drs H Subandrio MPd. “Besok yang hadir Pak Ketum, saya (Bambang Sutarto, red) dan Mbak Uut (Wakil Ketua Umum II, Danarstuti Utami MOr),” tandasnya. (Hit)

 

BERITA REKOMENDASI