Korban Hilang Belum Ketemu, Keluarga Gelar Doa di Pantai Goa Cemara

Editor: KRjogja/Gus

SANDEN, KRJOGJA.com – Pencarian lima korban laka laut Pantai Goa Cemara di Dusun Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul sehari setelah kejadian belum membuahkan hasil apapun, Jumat (7/8). Tim SAR gabungan terkendala angin kencang serta ombak laut yang tergolong cukup besar. Di sisi lain, keluarga korban menggelar doa dan tangis pun pecah di tepi pantai.

Di tengah-tengah pencarian korban kemarin, pihak keluarga, kerabat maupun petugas SAR menggelar doa bersama. Dalam doa bersama yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Assalam, KH Azhari dari Tempel Sleman, pihak keluarga berharap kelima korban segera diketemukan.

“Kedatangan kami ke sini untuk berdoa agar kelima korban yang hilang segera diketemukan,” ujar KH Azhari di sela-sela memimpin doa di Pantai Goa Cemara seperti dilansir dari harianmerapi.com.

Doa yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut mendapat pengawalan ketat petugas SAR. Seusai doa, rombongan pun berjalan menuju ke bibir pantai dan memohon kepada Allah agar korban hilang segera diketemukan.

Setelah doa bersama selesai, tangis pun pecah. Kakak korban Joko Widodo yang bernama Bambang tak kuat menahan tangis karena adik kandungnya belum diketemukan.

Hal ini sontak membuat kerabat lain memapah dan membawa menjauh dari bibir pantai. Ia berharap dengan doa bersama dan bantuan Tim SAR gabungan adiknya beserta korban lain dapat diketemukan. “Kami ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah dari Allah,” ujarnya lirih.

Seperti diberitakan, 7 orang wisatawan yang merupakan satu keluarga teseret ombak pasang di Pantai Goa Cemara Gadingsari, Sanden, Bantul, Kamis (6/8) pukul 09.30. Dua korban yang ditemukan tewas yakni Ulli Nur Rochmi (28) warga Cemoro, Tempel, Sleman dan Ahmad Nur Fauzi (30) warga Ngentak, Tempel, Sleman. Mereka tewas saat perjalanan ke Puskesmas Sanden.

 

BERITA REKOMENDASI