Korban Pemerasan Oknum Wartawan Bukan dari Kapanewon Sanden

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kapanewon Sanden Bantul, H Akhiri SPd memberikan klarifikasi terkait berita di KRJOGJA.com. Dalam berita yang tayang Rabu (13/01/2021) itu memuat pemberitaan tentang seorang Kepala SD di Kapanewon Sanden yang menjadi korban pemerasan oleh tiga oknum wartawan terkait dugaan perselingkuhan.

Akhiri menjelaskan setelah dilakukan pengecekan ternyata kepala sekolah yang menjadi korban pemerasan bukan berasal dari Kapanewon Sanden. “Setalah membaca KRJOGJA.com kemudian saya mengklarifikasi dari 16 kepala SD di Sanden, 7 laki-laki ternyata tidak ada yang alamatnya sesuai dalam berita, demikian juga dengan usianya,” ujarnya Akhiri usia pertemuan di rumah Sutiyati, SPd kawasan Dusun Sanden Murtigading Sanden, Senin (18/01/2021).

Ia memastikan korban pemerasan akibat dituduh selingkuh oleh tiga oknum wartawan itu bukan bukanlan Kepala SD dari sekolah di Kapanewon Sanden. Sebagai Ketua PGRI Kapanewon Sanden setelah setelah pemberitaan itu ia langsung memeriksa satu persatu para kepala sekolah.

“Saya mencari semua kepala SD di Kapanewon Sanden, saya tanya satu persatu ternyata informasi dan berita itu tidak benar,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan dari Pengurus Harian PGRI Kapanewon Sanden H Akhiri SPd (Ketua PGRI), Kawit SPd MPd (Kepala SMK N 1 Sanden), Daru Tri Anggoro, MPd (SD), Sutanto SPd (SD), Sutiyati SPd (MKKS SD), Irawaty Rodiah MPd (SMP), Sri Suciati MPd (SMK), Subiyem SPd (Perwakilan TK) serta Amanat SPd (perwakilan PGRI Bantul).

Semenatara Kasubag Humas Polres Bantul, Iptu Sumaryata menjelaskan kepala SD korban pemerasan oknum wartawan bukan dari Kapanewon Sanden, tetapi dari kecamatan lain di Bantul. (Roy)

BERITA REKOMENDASI