KR Open Diharap Jadi Turnamen Tenis Rutin dan Melegenda

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X meminta ajang Kejuaraan Tingkat Nasional Tenis KR Open yang saat ini telah memasuki edisi ke-6 untuk terus digelar setiap tahunnya dan jangan sampai terputus. Untuk itu pihaknya berharap KONI DIY bisa melihat peluang ini untuk dijadikan even resmi dan diupayakan penyelenggaraannya setiap tahun. 

Keinginan Paku Alam X untuk menjadikan satu-satunya kejuaraan tenis level nasional di DIY ini untuk terus bisa digulirkan secara rutin tak lepas dari banyaknya peserta yang ikut ambil bagian. “Bagi KONI DIY, ini tentu kalender kegiatan yang harusnya bisa ditangkap, untuk tahun depan diupayakan ada lagi,” ujar Paku Alam dalam sambutan pembukaan Turnamen Tenis KR Open VI-2017 di Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Senin (4/9/2017) kemarin.

Wagub menegaskan ajang kejuaraan KR Open ini untuk bisa kembali diselenggarakan lagi dengan bantuan langsung dari KONI DIY selaku induk organisasi olahraga di DIY. Bahkan, jika nantinya harus mengubah nama kejuaraan dari Tenis KR Open menjadi ajang lainnya, pihaknya tetap akan mendukung asal demi pembinaan atlet-atlet di DIY.

“Jadi harapan kami dan saya ikut berdoa, apapun namanya, kedepan entah itu tetap KR Open atau Paku Alam Cup, yang penting kegiatan harus tetap ada dan tidak boleh terputus. Karena, untuk yang senior, ajang ini bisa jadi sarana  ujicoba guna menentukan kemampuan petenis sampai dimana," sambungnya. 

Tak hanya bermanfaat secara tenis bagi para petenis DIY, ajang ini dinilai juga menjadi bagian upaya kegiatan bela negara karena bisa ikut membentuk karakter anak muda Indonesia. Pasalnya, sebagai anak muda, para petenis yang tampil di  ajang ini jelas akan ditanamkan rasa sportifitas. "Jadi, dari ajang ini, setidaknya bisa dilihat bahwa Indonesia memiliki 500 warga negara yang sehat dan siap untuk bermain tenis," pungkasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketum Pengda Pelti DIY yang juga Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat, dr Gun Nugroho Samawi mengaku tak keberatan jika kedepan ajang tenis tingkat nasional ini diambil alih pemerintah dan diubah nama misalnya menjadi Paku Alam Cup. Hal tersebut menurut dia dikarenakan ajang tenis Paku Alam Cup sebenarnya sudah lebih melegenda dibanding Tenis KR Open saat ini.

"Karena dulu sudah terkenal dan melegenda meski baru tingkat DIY, kedepan jika Tenis KR Open yang sudah masuk level nasional ini dirubah jadi PA Cup kami sangat mendukung, yang penting bisa berjalan terus," ungkapnya tersenyum. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI