‘KR Peduli’ Bangkitkan Semangat Warga Korban Banjir

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Kepala Dusun Lanteng 1 Selopamiro Imogiri Bantul, Sukandar sempat dihinggapi rasa frustasi melihat luapan Sungai Oya melabrak kampungnya beberapa waktu lalu. Jiwa sebagai seorang pemimpin seketika muncul begitu kehidupan warganya sempat terseok. Perabotan rumah tangga mulai kasur, tikar hingga peralatan dapur milik warganya rusak sangat parah. Situasi makin buruk karena masyarakat Lanteng 1 sama sekali tidak menduga air bakal menjangkau kampungnya. Melihat hidup rakyatnya porak poranda diterjang banjir. Dalam benak Sukandar yang terlintas satu, bagaimana warganya bangkit dan kembali bisa menjalankan aktivitasnya.

 

"Saya merasa tidak sendiri menghadapi musibah banjir ini, ada dermawan dan pembaca Kedaulatan Rakyat yang hadir di tengah masyarakat membawa kebahagiaan. Kami  sangat membutuhkan bantuan itu," ujar Sukandar disela penyerahan barang dari program ‘Dompet KR Peduli Bencana DIY-Jawa Tengah’ di Gedung Kelompok Bermain (KB) Kuncup Harapan Lanteng 1 Selopamioro Imogiri Bantul, Jumat (15/12).  

Penyerahan dilakukan Wakil Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat, H Ahmad Lutfi MA didampingi Manajer Produksi Ngabdul Wakhid. Barang yang diserahkan terdiri, 140 ember, 140 tikar, 135 bantal serta 14 tas sekolah.

Selain di Lanteng 1 Tim KR Peduli  juga menyerahkan 149 Al Quran di SMPN 3 Imogiri Bantul.  Sementara di Dusun Butuh RT 01 dan  02 Sriharjo juga diserahkan 75 paket beras per paket  2 kg,  75 pasang sandal jepit.   Sebelumnya pada 8 Desember 2017 Tim KR Peduli juga sudah menyerahkan bantuan alat tulis di Dusun Butuh. Demikian juga di SMPN 3 Imogiri sebelumnya juga diserahkan Al Quran.

Sukandar mengatakan, kedatangan Tim KR Peduli menjadi pemompa semangat masyarakat Lanteng. Setelah banjir melanda, sebenarnya warga berharap datang bantuan berupa perabotan rumah tangga. Karena waktu banjir air tanpa ampun langsung menerobos rumah sementara warga, sedang barang belum dievakuasi.
Sukandar mengatakan, khusus kebutuhan logistik sudah cukup. Khusus perabotan rumah tangga baru datang Kedaulatan Rakyat ini. "Terus terang saya sendiri tidak bisa berbuat banyak ketika warga saya kehilangan perabotan karena rusak dan terbawa banjir. Sehingga ketika KR datang membawa barang yang dibutuhkan yang ada hanya bersyukur," ujarnya.

Sukandar mengatakan, nantinya barang barang tersebut dan dibagikan kepada setiap KK. Banjir akhir bulan lalu menjadi yang terbesar dalam sejarah berdirinya kampung itu.  

Sementara Kepala SMPN 3 Imogiri, Sugiyanta SPd MA mengatakan, program membaca Al Qur'an 10 menit sebelum pelajaran mulai sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Namun program tersebut sempat terhenti setelah  semua Al Qur'an rusak dan tidak bisa dipakai karena terendam banjir. "Kedaulatan Rakyat sudah memberikan dua kali, bantuan pertama waktu itu hanya bisa memenuhi separuh kebutuhan. Sekarang satu siswa sudah bisa memegang satu Al Qur'an," ujarnya.

Ketua RT 02 Butuh Sriharjo, Sudiman merasa beban derita warganya setelah banjir terurai setelah banyak pihak datang  untuk membantu. Sebagai warga dusun tidak tahu langkah yang mesti diambil ketika musibah terjadi. Namun  Tim KR Peduli datang ketika warga sangat membutuhkan barang  untuk memenuhi kebutuhan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI