Krisis Air Bersih Terus Meluas, Solusi dari Pemerintah Ditunggu

BANTUL, KRJOGJA.com – Kekeringan yang melanda di Kabupaten Bantul makin meluas. Warga di dataran tinggi bahkan mulai kelabakan mencari air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jikapun persedian disumber air ada, namun debitnya sangat terbatas sekali. Kini warga sangat berharap Pemerintah Bantul melakukan droping air ke daerah kering. 

Sedang persoalan air bersih yang membekap warga Geger Seloharjo Pundong  kini diatasi dengan pasokan air bersih dengan tangki. “Sudah beberapa tangki datang untuk mensuplai air bagi warga Geger, air dari sumber yang selama ini jadi tumpuan warga sudah habis,“ ujar Lurah Seloharjo Marhadi Badrun, Kamis (1/11/2018). 

Dijelaskan, terdapat beberapa dusun di Seloharjo yang kini warganya terus merengek minta kiriman air bersih. “Selain Geger ada dusun yang sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih, padahal sebelumnya tidak ada masalah dengan air,” ujarnya. 

Sebagai kepala desa, pihaknya sudah berusaha mengajukan pasokan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Bertahun – tahun lamanya persoalan air bersih di Geger hanya diselesaikan dengan pasokan air bersih dari Tagana atau BPBD Bantul dan pihak swasta.  “Kami berharap ada solusi  yang tepat untuk mengatasi persoalan air bersih di Seloharjo. Jangan sampai setiap kali kemarau selalu muncul persoalan warga sulit mendapat air,” tegasnya.

Sementara Kapala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto  MSi tidak menampik, jika Geger jadi salah satu  wilayah di Pundong yang kerap menghadapi persoalan air bersih.  Oleh karena itu, BPBD sudah siap mensuplai air bersih selama warga membutuhkan. “Selama warga membutuhkan kami siap mendroping air bersih,” jelas Dwi. 

Terkait sumber air di Geger Dwi menjelaskan, ketika tidak kemarau panjang seperti ini sebenarnya mampu menopang kebutuhan air bersih masyarakat. Menurutnya kemarau panjang kali ini mengakibatkan sejumLah daerah sulit air, termasuk di Selopamioro, Wonolelo, serta Piyungan.(Roy)

BERITA REKOMENDASI