Krisis Air Bersih, Warga Minta Pemerintah Berikan Solusi

BANTUL, KRJOGJA.com – Krisis air bersih berkepanjangan di Siluk Selopamioro Imogiri Bantul mesti segera mendapat penyelesaian. Kondisi makin parah ketika memasuki kemarau seperti ini sehingga berharap pemerintah memberikan solusi paling tepat agar persoalan air tidak menghantui setiap tahun. 

"Ketika minta  air dari sumur bor satu jam mengalir harus membayar iuran Rp 15.000. Selain itu saya juga harus menutup kran lainnya yang masuk ke rumah warga, jika tidak air justru masuk ke orang lain. Warga berharap agar diberlakukan sistem meteran agar tidak serepot seperti ini, " ujar Jumadi disela antre air dari Tagana Bantul, di Siluk 1 Imogiri Bantul, Senin (18/9).        

Dijelaskan, dengan membayar iuran itu tidak lantas gelontoran air maksimal masuk ke penampungan. Meski begitu warga bersyukur sudah bisa mendapatkan air meski terbatas. Namun, berharap ada pihak swasta memberikan air bersih ke wilayahnya. Karana untuk satu bak penampungan langsung habis dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.  

Wakil Ketua Tagana Bantul, Yuli Agus Purwanto didampingi Pelaksana Lapangan Tagana Bantul, Andrianto mengungkapkan hingga sekarang ini Tagana Bantul sudah mendistribusi 106 tangki dari Dinsos dan 30 tangki dari CSR sejumlah perusahaan.  Sampai sekarang ini permintaan air bersih paling banyak terjadi di Terong,  Muntuk Dlingo Bantul, Wukirsari, Srimulyo ­Piyungan. (Roy)   

BERITA REKOMENDASI