Kualitas Pekerjaan Padat Karya Harus Lebih Baik

BANTUL, KRJOGJA.com – Kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan program Padat Karya harus lebih baik dari pada jika diborongkan kepada rekanan. Karena program Padat Karya dikerjakan masyarakat sendiri dan hasilnya dinikmati untuk masyarakat sendiri juga, sehingga masyarakat harus punya rasa memiliki atau rasa handarbeni.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih pada acara pencanangan kegiatan Padat Karya Infrastruktur Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul 2022 di Padukuhan Petir Srimartani Piyungan Bantul, Rabu (22/6/2022).

Diungkapkan Bupati, Kabupaten Bantul mempunyai program pembangunan insfrastruktur melalui Padat Karya dan pengentasan pengangguran. Program ini mempunyai tujuan menyempurnakan sarana prasarana pisik di pedesaan seperti saluran irigasi, cor blok jalan dan lainnya. Juga untuk memberi bantuan kepada warga pencari kerja atau mengatasi masalah pengangguran dalam jangka pendek.

“Karena semua yang menggarap Padat Karya adalah warga sendiri, disiapkan sendiri, dikerjakan sendiri dengan menerima upah kerja. Tidak diborongkan kepada pemborong atau rekanan,” papar Bupati Bantul.

Bupati Bantul melihat keberadaan program Padat Karya Insfrastruktur Tahun 2022 adalah sebuah kebijakan yang produktif, terlebih kemanfaatannya sangat baik untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Program ini bukan karitatif , bukan bantuan sosial, melainkan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok marginal , yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja untuk memberikan tambahan upah dan harapannya bisa mengurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI