‘Kuda’ Sindet Masuk Top 15 Inovasi Pelayanan Publik 2019

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejak dirintis  April 2018 Kendaraan untuk Darurat Warga (Kuda) sudah banyak memberikan kontribusi  nyata bagi masyarakat Dusun Sindet Desa Trimulyo Kecamatan Jetis kabupaten Bantul. Esensi dari lahirnya 'Kuda' tersebut setidaknya memberikan edukasi kepada warga pentingnya saling tolong-menolong dalam meringankan beban sesama. 

Ide yang prakarsai Dukuh Sindet Trimulyo Jetis, Muji Widodo tidak lepas dari suport penuh seluruh tokoh dan  masyarakat Sindet secara keseluruhan. Termasuk Puskemas Jetis 1, Pemerintah Desa Trimulyo hingga Kecamatan Jetis.

Bahkan program 'Kuda' Dusun Sindet Trimulyo Jetis masuk dalam Top 15 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 Kabupaten Bantul. Pemaparan dilakukan akhir November lalu di Kompleks Parasamya Pemda Bantul oleh Promotor Kesehatan Puskemas Jetis 1, Dalina AMKG. Nanti setelah lolos top 15 inovasi pelayanan publik di Bantul. Program 'Kuda' Dusun Sindet Trimulyo maju ke tingkat nasional di  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
 
Dukuh Sindet Trimulyo Jetis, Muji Widodo, Minggu (8/12) mengatakan, program Kuda tersebut sebenarnya dijalankan untuk memfasilitasi warga jika sewaktu-waktu butuh bantuan untuk pergi ke rumah sakit. Konsepnya semua warga pemilik kendaraan roda empat  diorganisir untuk siap menjadi tim Kuda. 
"Sebenarnya sudah lama program itu ada, namun baru kami deklarasikan April tahun 2018 lalu. Sekarang ini jumlah armada yang siaga 24 jam ada 30 unit kendaraan. Mereka dengan sukarela membantu warga yang membutuhkan," ujar Muji Widodo. 

Untuk memudahkan sistem kerjanya, juga ada call center dan juga group tim 'Kuda' Sindet. Sehingga jika sewaktu- waktu dibutuhkan sudah siap. Muji Widodo mengatakan, meskipun program  Kuda sudah berjalan. Namun pihaknya masih membutuhkan adanya edukasi terkait dengan penanganan pertolongan pada pasien. 
"Kami sangat berharap ada pelatihan lagi, tata cara mengangkat pasien yang benar dan pengetahuan lainnya. Jangan sampai karena tidak tepat dalam mengangkat misalnya, nanti pasien tambah sakit. Karena belum tentu yang punya mobil paham tentang kegawat daruratan," ujarnya. 
  
Dijelaskan, munculnya program Kuda juga dilandasi sejumlah faktor diantaranya angka kematian ibu dan anak, wabah demam berdarah. Sebagai bentuk antisipasi sangat dibutuhkan respons cepat membawa pasien ke fasilitas kesehatan. "Agar pasien cepat sampai ke fasilitas kesehatan maka kami munculkan inovasi Kuda ini," jelasnya.  Program tersebut  juga didukung sepenuhnya  Pemerintah Desa Trimulyo dan  juga  pemerintah di atasnya.  

Sementara Promotor Kesehatan Puskemas Jetis 1, Dalina AMKG, menambahkan, dari 30 proposal yang memenuhi persyaratan program 'Kuda' Dusun Sindet masuk dalam top 15 inovasi pelayanan publik. Oleh karena itu sejak awal dirintisnya Puskesmas  Jetis 1 terus melakukan pendampingan terkait dengan kesehatan.

"Kuda ini dideklarasikan bersamaan dengan program Sindet Peduli Kesehatan dan Kebersihan (Sinduasih)," jelasnya. Menurut Dalina, sejauh ini suport dari desa juga sangat besar terkait dengan program kesehatan. Selain Kuda, di Dusun Sindet ditopang adanya pendonor darah aktif. "Nama warga sebagai pendonor ada , hal itu sangat memudahkan kami jika sewaktu -waktu membutuhkan," jelasnya. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI