Kuliner Depok Anti ‘Nuthuk’, Sektor Wisata Bangun dari Tidur Panjang

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com – Covid-19 memang belum sepenuhnya pergi dari  Indonesia. Kita semua masih saling bahu -membahu untuk segera lepas dari lorong pandemi.  Namun dipengujung tahun 2021, ekonomi berbasis masyarakat terasa lebih bergairah.  Sektor wisata dan kuliner seolah ‘bangun’ dari tidur panjang akibat pandemi.

“Yang diharapkan dari masyarakat Pantai Selatan khususnya Depok jelas mengharapkan  kehadiran tamu-tamu itu bisa datang dalam liburan akhir tahun ini. Di Depok bisa menikmati suasana indah seraya makan seafood di warung kuliner.  Bisa menyantap ikan hasil tangkapan nelayan langsung, ” ujar  Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45, Pantai Depok  Kalurahan Parangtritis Kretek Bantul Sutarlan, Minggu (26/12/2021).

Sutarlan mengungkapkan, pihaknya punya komitmen menjaga kenyamanan wisatawan dalam berlibur maupun bersantap kuliner seafood di Pantai Depok. Pengelola rumah makan yang jumlahnya 75 sudah sepakat untuk memasang harga standar. Termasuk jasa penggorengan ikan sesuai kesepakatan Rp 15.000, /kg.

“Kelompok kuliner perkumpulan sudah ada kesepakatan jadi nanti kalau melanggar ada sanksinya. Sanksinya itu bisa tidak boleh buka atau bagaimana.  Pada intinya kita membuat kesepakatan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan tidak ada istilah harga nuthuk,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI