Kunjungan Museum di Yogyakarta Rendah

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dari 500 lebih museum di Indonesia, 40 diantaranya di Yogyakarta masih minim kurator. Padahal profesi kurator sangat penting untuk memberikan pejelasan terkait dengan koleksi di museum tersebut.

"Di Yogyakarta sendiri baru dua museum yang punya kurator yaitu museum Affandi dan Museum Sonobodoyo," ujar Djoko Dwiyanto di Bantul, Kamis (01/06/2017).

Sebagai contohnya, Museum Tani Jawa di Bantul. Di Museum itu pemiliknya sendiri berperan sebagai kurator dan bukan orang lain yang dijadikan kurator.

Selain itu Djoko Dwiyanto mengungkapkan, tingkat kunjungan museum di Yogyakarta sekarang ini juga dinilai masih sangat rendah. Kondisi itu sangat ironis karena Yogyakarta merupakan kawah candradimuka seniman, tetapi  pengagum seni sangat rendah. “Pengunjung museum hanya dua persennya saja penduduk DIY setiap tahunnya,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa faktor pemicu rendahnya kunjungan wisatawan ke museum diantaranya promosi museum rendah, penataan koleksi museum kurang baik, jumlah keloksi museum minim serta unsur pendidikan kurang. Sebagai contoh Mesuem atau Taman Budaya Tembi sangat ramai kunjungan tamu, pencapaian tersebut tidak lepas dari promosi dan marketing yang gencar dilakukan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Pemkab Bantul, Sunarto SH MM ditemui disela sosialisasi pengelolan museum di Homestay Kusuma atau kediaman Bupati Bantul Drs H Suharsono di Jalan Parangtritis mengakui kunjungan ke museum di Bantul rendah. Dinas Kebudayaan terus mendorong kepada Dinas Pendidikan dan pemuda Bantul untuk menggencarkan program kunjungan museum bagi pelajar SD hingga SMP.

"Bisa saja para guru ini mengajak siswanya berkunjung ke mesuem terdakat dari lokasi sekolahnya. Tapi ini butuh komitmen dari para guru sendiri," ujar Sunarto. (Roy)

BERITA REKOMENDASI