Kunjungan Museum Menjadi Program Outdoor Learning

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA di Kabupaten Bantul ke depan seluruh sekolah memiliki program unggulan untuk meningkatkan prestasi sekolah. Karena prestasi baik itu guru maupun siswa tak hanya berupa prestasi akademik tetapi juga non akademik.

"Dalam rapat kerja MKKS SMA/MA ini kita sampaikan program-program sekolah apa yang harus kita lakukan untuk mencapai target yang ditentukan sekolah. Untuk itu tahun pelajaran yang akan datang sekolah SMA/MA di Kabupaten Bantul harus dapat menunjukkan program-program unggulannya," ujar Drs Kabul Mulyana MPd, Ketua MKKS SMA/MA Bantul di History of Java Museum di Kompleks Pyramid Jalan Parangtritis Sewon Bantul, Selasa (27/08/2019).

Ditambahkan setiap sekolah harus ada peningkatan prestasi lebih bagus lagi baik anak didik maupun para guru. Dengan begitu MKKS SMA/MA berharap tahun ini ada peningkatan prestasi di bidang lain terutama untuk anak-anak.

Salah satu prestasi siswa SMA 2 Bantul menjadi juara 1 lomba lawatan sejarah tingkat nasional dan menjadi dipercaya narasumber di Fakultas Budaya UGM. Apalagi di Bantul saat ini telah memiliki History of Java Museum yang menjadi museum untuk mengenal sejarah.

Museum ini memiliki potensi luar biasa mengenal berbagai sejarah tentang sejarah seperti perkembangan Jawa. Sehingga keberadaan museum tersebut akan memberikan wacana bagi MKKS SMA/MA untuk mengajak anak-anak datang dan melihat lebih dekat koleksi yang ada di museum. “Diharapkan hal ini menjadi program sekolah berupa pendidikan di luar sekolah atau outdoor learning," tegas Kabul Mulyana.

Sementara Manager Marketing History of Java Museum, Yulianto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kedatangan tamu hebatnya Bantul yakni MKKS untuk melakukan rapat kerja mendukung program Bantul sehat, cerdas dan sejahtera. Kegiatan ini diikuti seluruh kepala sekolah SMA/MA di Kabupaten Bantul dan nantinya akan diikuti MKKS SMP/MTs dan SD/MI untuk mengenalkan lebih dekat History of Java Museum yang berada di Bantul.

Selain itu pihaknya sekaligus menginformasikan Festival Dakon yang akan digelar pada pertengahan November mendatang. Lomba ini akan diikuti sekitar 3.000 peserta sehingga menjadi lomba dakon terbanyak dan terbesar se-Indonesia.

“Dalam lomba tersebut akan kami bagi menjadi 3 kategori yakni lomba dakon anak-anak, lomba dakon umum dan lomba dakon keluarga. Kegiatan ini sengaja kami gelar sebagai salah satu cara menjaga dan melestarikan dolanan tradisional Jawa yang saat ini mulai tergeser oleh perkembangan gadget," tegas Yulianto. (Usa)

BERITA REKOMENDASI