Kurang Armada Ambulan, FPRB Sambat Ketua Satgas

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Tidak tersedianya atau kurangnya armada ambulan untuk mengantar pasien Covid-19 ke rumah sakit dan membawa jenazah ke lokasi pemakaman merupakan salah satu kendala tugas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul di tingkat Kapanewon maupun tingkat Kalurahan.

Selain itu, kurangnya tenaga kesehatan di Puskes dalam pendampingan pasien yang Isoman maupun di Shelter sehingga larinya minta bantuan konsultasi ke FPRB. Penuhnya rumah sakit rujukan sehingga menyulitkan penyelamatan pasien yang akhirnya meninggal dalam perjalanan.

Sementara kurangnya persediaan APD dan oksigen, maupun bertambahnya angka kematian pasien yang meninggal saat Isoman menambah kesulitan tugas FPRB. Semua itu merupakan kendala tugas dan sambatnya FPRB Kabupaten Bantul yang disampaikan pada saat audensi dengan Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul.

Ketua FPRB Bantul, Waljito SH mengungkapkan, dengan penyampaian keluhan kepada Wakil Bupati ini agar Pemkab Bantul memperhatikan kesulitan FPRB dalam tugas di lapangan. “Ini demi kelancaran tugas kemanusiaan dan penyelamatan jiwa manusia karena dampak pandemi Covid-19, ” ungkap Waljito yang didampingi pengurus FPRB Bantul lainnya.

Sementara Wakil Bupati didampingi Asek Pemerintahan Hermawan Setiaji dan Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharto menekankan, sebenarnya apa yang dikeluhkan anggotan FPBR Bantul sudah menjadi pemikiran jajaran Forkompemkab Bantul dan sudah dimaklumi. Joko B Purnomo mengemukakan, kebutuhan FBRP yang menjadikan kendala tugas lapangan akan diupayakan pengadaanya, seperti ambulan operasional FPRB.

BERITA REKOMENDASI