Kurangnya Isi Gas Bersubsidi Belum Tentu Dicuri

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)  Bantul, Sulistiyanto mengakui tidak mudah melakukan pengawasan terkait berkurangnya isi gas bersubsidi  di Bantul.  Kerapnya temuan masyarakat  berkaitan dengan penyusutan isi gas bersubsidi bisa dilacak jika dibeli dipangkalan resmi.

 "Kami tidak tinggal diam, rutin melakukan uji petik dipangkalan. Sehingga kami bisa tahu apakah berkurangnya isi akibat dicuri atau memang dari proses pengisian di produsen," ujar Sulistiyanto, Selasa (20/9) di Bantul.

Selama ini pihaknya rutin melakukan pengawasan langsung dilapangan. Sehingga setiap ditemukan kejaggalan bisa dilakukan penelurusan. Pihaknya tidak menampik, untuk menelusuri pemicu kurangnya isi tabung gas tidak mudah. Untuk mengetahui apakah isi tabung sesuai ukuran atau tidak bisa dilakukan penimbangan dilokasi pembelian.  Biasanya jika masyarakat beli dipangkalan langsung bisa ditimbang.  Namun sebaliknya ketika  konsumen membeli dieceran sangat sulit untuk dilakukan deteksi dini letak kebocoran itu. "Kami terus berusaha untuk mencegah adanya praktik pencurian isi gas  bersubsidi," jelasnya.

Sementara pekerja disalah satu pangkalan elpiji di Bantul mengatakan, untuk sekarang ini praktik pengurangan isi gas bersubsidi sangat jarang. Karena untungnya juga tidak seberapa dibanding dengan risikonya. Terkait dengan kurangnya isi gas bersubsidi hal tersebut ditengarai bukan karena dicuri. Bisa saja hal itu terjadi pada proses pengisian tidak sempurna. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI