Kustomfest ‘Colour of Difference’ Bikin Kaget TNI, Ternyata Ini Penyebabnya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ajang perataan kustom kultur, Kustomfest 2018 bertema “Colour of Difference” secara resmi dibuka Sabtu (6/10/2018) siang di Jogja Expo Center (JEC). 155 motor kustom dengan berbagai model yang mana seluruhnya adalah karya anak-anak bangsa Indonesia memenuhi seluruh ruangan JEC hingga Minggu (7/10/2018) besok. 

Cukup menarik di agenda pembukaan kali ini karena seluruh petinggi TNI dan Kepolisian di DIY hadir secara langsung merasakan atmosfer kustom kultur. Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni, Danlaud Adisutjipto Marsma TNI Tedi Rizaldihadi, Danlanal DIY Kolonel Laut Arya Delano dan Gubernur AAU Marsda TNI Ari Mulyo Handoko secara langsung hadir dan tak pelak menjadi perhatian seluruh pecinta kustom yang mulai memadati JEC. 

Para petinggi instansi keamanan di DIY tersebut pun menyatakan kekagetannya saat memasuki arena Kustomfest di JEC. Gubernur AAU, Marsda TNI Sri Mulyo Handoko pun sempat menyatakan hal tersebut saat diminta memberikan sambutan pembukaan. 

“Saya seperti sedang masuk ke dunia lain saat turun dari ruang tunggu di lantai 2 menuju hall utama JEC. Kreasi anak-anak bangsa ternyata begitu luar biasa, saya sangat kaget bahwa karya-karya di sini sangat luar biasa, indah,” ungkapnya memulai sambutan. 

Secara khusus, Gubernur AAU tersebut juga menyampaikan apresiasi atas pemilihan tema Kustomfest Colour of Difference yang membawa makna warna perbedaan. Menurut dia, di masa yang dirasa mulai menuju tahun politik, masyarakat Indonesia perlu terus diingatkan untuk memahami perbedaan sebagai hal indah. 

“Kita dalam situasi politik yang mulai berbeda di masa pemilu tahun depan, perbedaan kecil bisa menjadi sangat besar, kerap pandangan kita menjadi sempit yang mana akhirnya hanya berujung kita yang benar dan mereka salah. Warna perbedaan inilah yang harus kita angkat terus bahwa perbedaan itu indah,” sambung Sri Mulyo. 

Sementara Iqbal Alamsyah, Perwakilan Kementrian Pariwisata RI turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kustomfest menghadirkan acara yang dinilai membangkitkan gairah pariwisata minat khusus di DIY. “Kegiatan ini sangat dinantikan insan kustom dan dampaknya cukup positif.  dimaksimalkan dan mendapat kabar 15 negara yang ikut, ini cukup luar biasa dan kami mendukung sekaligus menyampaikan selamat pada Kustomfest,” ungkapnya. 

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi yang menjadi tuan rumah pun turut berharap agar kekuatan tema warna perbedaan mampu menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk berkreasi sekaligus memaknai lebih dalam perbedaan di negara ini. “Kita ingin ingatkan Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun atas dasar perbedaan dan kami ingin mengingatkan mulai dari anak-anak kustom. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan tapi hal indah dan disyukuri, Colour of Difference,” ungkapnya.

Lulut juga mengatakan keputusan menghadirkan salah satu pesawat pertama buatan anak Indonesia RI-X WEL dilakukan bukan hanya untuk mendekatkan diri dengan TNI, namun lebih pada apresiasi karya kustom anak bangsa yang ternyata sudah dimulai sejak masa lampau. “Kita saat ini harus bisa lebih kreatif dalam segala kenyamanan yang ada. Pendahulu kita sudah membuktikan dan kita harus punya spirit untuk bisa lebih baik,” pungkasnya. 

Di akhir pembukaan sendiri dilakukan pembukaan tirai penutup motor luckydraw Kustomfest 2018, Belo Negoro. Beberapa tamu VIP seperti legenda skateboard Steve Caballero, Christian Sosa hingga Hideki Hoshikawa turut bergabung dengan para jendral TNI-Polri yang terlihat begitu bersemangat hari ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI