Lahan Subur di Bantul Berkurang

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggulirkan program Bantul Smart City (BSC). Program yang melibatkan semua unsur birokrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul. Sementara diluncurkannya BSC berlatar belakang dari keprihatinan masih banyaknya permasalahan di Bantul, diantaranya tingginya angka kemiskinan dan lahan subur yang semakin berkurang tiap tahunnya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto SSos MM menuturkan hal-hal yang melatar belakangi program BSC di antaranya di Bantul masih terdapat sekitar 14,07 persen penduduk miskin alias angka kemiskinan masih tinggi. Di bidang pariwisata, masih banyak sampah yang belum terkelola dengan maksimal serta masalah parkir hingga retribusi, termasuk pula semakin pesatnya perkembangan daerah tujuan wisata di Bantul.

"Problem lain tak kalah pelik ialah semakin berkurangnya lahan subur di Bantul. Tiap tahunnya terjadi pengurangan lahan sekitar sepuluh hektare serta tantangan pembangunan Bantul atas perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat," urainya.

Ditambahkan Nugroho, dalam masterplan Bantul Smart City terdapat enam komponen. Masing-maisng yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment. Dalam Program BSC terdapat banyak aplikasi. Beberapa di antaranya yang ada di Dinas Kominfo adalah E-Lapor atau Lapor Bantul dan Jelajah Bantul yang bisa diakses dengan sangat mudah oleh masyarakat.

"Isu-isu global seperti kemiskinan, pengurangan lahan, masalah sampah tidak hanya dirasakan Kabupaten Bantul saja tetapi banyak kawasan. Maka Kementerian Kominfo RI melakukan gerakan smart city yang diikuti oleh 49 kabupaten/kota termasuk di Bantul," jelasnya.

Adapun dalam program ini, BSC bukan saja merupakan tujuan utama, tetapi sebuah metode untuk memberdayakan potensi yang ada di sekitar dengan mendasarkan berbagai inovasi untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat. Sebelumnya, Dinas Kominfo Bantul juga telah melakukan Sosialisasi Hasil Evaluasi Masterplan Bantul Smart City di Bangsal Rumah Dinas Trirenggo Bantul.

Kabid Penyelenggaraan E-Goverment dan Persandian Dinas Kominfo Kabupaten Bantul Kawuningrum MSc, menambahkan Program BSC yaitu suatu sistem pelayanan pemerintahan kepada masyarakat lewat jaringan internet yang terhubung dengan semua instansi dan institusi terkait. Jaringan ini bebas diakses oleh masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat.

"Kami telah ada Tim BSC yang mengikuti presentasi dan paparan program bersama rekan dari 49 kabupaten/kota Indonesia beberapa waktu lalu di Tangerang," jelasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI