Liburan Nataru, SAR Fokus Lakukan Pengamanan Wisatawan

BANTUL, KRJOGJA.com – Tim SAR Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul selama operasi pengamanan liburan Natal dan Tahun Baru 2020 menurunkan 62 personel.  Tim tersebut sudah beroperasi sejak 25 Desember hingga tanggal 1 Januari 2020.  

Selain fokus di Pantai Parangtritis, mereka juga disebar ke sejumlah objek wisata Pantai Depok yang juga padati wisatawan. Padatnya  kunjungan wisatawan ke Parangtritis, personel SAR kini benar-benar fokus menjaga ataupun memberikan imbauan kepada wisatawan tidak mandi di laut. Jangan sampai wisatawan terseret gelombang selama liburan akhir tahun ini.  

"Kami sampaikan bahwa 62 personel SAR yang ada benar-benar kami dorong untuk fokus mengamankan wisatawan di pantai Depok dan Pantai Parangtritis. Jangan sampai hal-hal tidak diinginkan menimpa mereka yang mestinya bahagia liburan. Selama operasi pengamanan, sedikitnya 10 kasus wisatawan terseret ombak di Parangtritis maupun di Depok tetapi semua berhasil kami selamatkan," ujar Komandan SAR Parangtritis, Ali Sutanta Jaka Saputra, Minggu (29/12/2019) di sela memimpin apel. 

Ali mengatakan, kondisi Pantai Parangtritis saat ini memang cukup rawan. Mengingat dalam beberapa terakhir ini muncul 3 palung,  pertama di depan posko SAR, sisi barat serta Pantai Parang Bolong. Ali minta untuk semua wisatawan mengindahkan imbauan atau peringatan-peringatan yang disampaikan oleh anggota SAR di lapangan. 

"Kalau anggota kami memberikan imbauan kepada wisatawan bukan berarti kami ingin mengganggu kenyamanan pengunjung dalam mengisi liburan.  tetapi hal tersebut kami lakukan demi keselamatan mereka, jadi mohon dipahami itu demi keselamatan," ujar Ali.

Sementara Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul melakukan penambahan jumlah petugas di retribusi di semua objek wisata. Khususnya di pantai selatan selama liburan akhir tahun  2019, kebijakan itu sebagai upaya  mengoptimalkan pelayanan kepada wisatawan. Petugas akan ditambah di TPR induk Parangtritis, Pantai Depok, TPR Pantai Samas. 

Kepala Seksi (Kasi) Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Bantul Joko Wintolo mengatakan, pihaknya tidak menyampaikan jumlah penambahan personel di TPR. Jika dibandingkan hari biasa, jumlahnya bisa dua kali lipat. 

Selain itu, upaya mengoptimalkan pelayanan kepada pengunjung  di gerbang masuk wisata, Dinas Pariwisata juga berkoordinasi dengan personel Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian supaya kendaraan lancar. Menurutnya, paling utama bukan Pendapatan Asli Daerah, tetapi keselamatan wisatawan. 

“Jika terjadi kemacetan di TPR, wisatawan kita loloskan, dengan harapan kendaraan menumpuk di jembatan, karena itu risiko," jelasnya. Sedang tiket masuk wisata sama yakni Rp 10 ribu per orang.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI