Limbah Diolah, 30 Motor Sampah Aspisari Diserahkan

BANTUL, KRJOGJA.com – Pengelolaan sampah dimasyarakat harus dilakukan secara profesional untuk menambah nilai ekonomis dari barang limbah tersebut. Selain menguntungkan dari aspek ekonomi, langkah itu perlu dilakukan karena sebenarnya area tempat pembuangan sampah akhir juga makin sempit. Bahkan untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, jika perlu digelar lomba kreativitas terkait dengan  sampah. 

“Kami ada gagasan kedepannya akan membuat lomba kreatifitas pengolahan sampah,  Hadiahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujar anggota Komisi VII DPR RI, Drs Gandung Pardiman MM, Rabu (14/11/2018). Menurut Gandung,  lomba kreativitas tersebut pelu digelar untuk memicu generasi muda lebih kreatif dalam pengolahan sampah. Harapannya, pemuda bisa merasakan kemanfaatan dari sampah. Sampah bukan sebatas limbah, jika dikelola dengan baik bisa punya nilai ekonomis tinggi.

Bahkan agar untuk mendukung  target DIY bebas sampah, pihaknya  sudah mengajukan ke pemerintah pusat dan direalisasikan sebanyak 30 motor khusus pengangkut sampah yang diserahkan akhir pekan lalu di Karangtengah. Kedepan bakal segera dikembangkan pengelolaan sampah dengan basis pemuda dengan harapan lebih inovatif.  Hadirnya bantuan motor tersebut, harapannya kelompok makin kreatif.

Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyerahkan sebanyak 30 unit motor roda khusus pengangkut sampah. Motor tersebut diberikan  kepada 30 kelompok dari tiga kabupaten di DIY.  Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian LHK,  Ir Sinta Saptarina Soemiarno MSc mengatakan, bantuan  skala nasional ini atas inisiatif dan aspirasi Aggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman.  Motor diserahkan kepada 30 kelompok pengelola sampah di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul serta  Kabupaten Sleman.

Tujuan pemberian bantuan motor sampah ini agar infrastruktur yang khusus mengenai pengolahan sampah.   Merujuk data, produksi sampah per orang sekitar 0,7 kilogram. Artinya kalau dari kalkulasi, TPA tidak memungkinkan menampung sampah.(Roy)

BERITA REKOMENDASI