Lindungi Tanamam Dari Cuaca Ekstrem

Editor: KRjogja/Gus

KRETEK, KRJogja.com – BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta menggulirkan program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional, Senin (12/4). Kegiatan tersebut digelar di Dusun Karang Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek Bantul bersama Kelompok Tani Mulyo. Petani minta program SLI operasional dilaksanakan berkelanjutan.

Kepala BMKG Staklim DIY, Reni Kraningtyas SP MSi menjelaskan, tujuan SLI adalah operasional ialah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, PPL dan POPT dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja. Dengan pengetahuan itu diharapkan bisa mengantisipasi dampak fenomena iklim ekstrem. Dengan SLI itu petani lebih memahami terkait informasi cuaca, iklim. Namun paling penting ialah langkah antisipasi usaha pertanian dari dampak iklim ekstrem seperti banjir dan kekeringan.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI, Dwikorita Karnawati. Sekda Bantul, Helmi Jamharis, Penewu Kretek, Cahya Widada SSos MH, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Yus Warseno, Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan, Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Ir Imawan Eko Handriyanto MP.

Dijelaskan, SLI merupakan upaya BMKG dalam meningkatkan literasi iklim, diseminasi informasi untuk pertanian. Hal itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2011, Tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrem. SLI sejalan dengan program nawacita pemerintah, yakni program Nawacita ke tujuh mewujudkan kemandirian ekonomi.

BERITA REKOMENDASI