Lurah Canden Bertekad Sejahterakan Rakyat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tiga bulan menjabat sebagai Lurah Canden Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul, AKBP (Purn) Beja WTP (R Beja Suryo Hadi P) terus membenahi wilayah yang dipimpinnya agar semakin maju dan berkembang. Pembenahan tak dilakukan sendirian, melainkan melibatkan para perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Dengan prinsip, persatuan dan kesatuan akan bisa mengantar pada kemajuan.

Berbagai sektor yang dipandang merupakan potensi di bidang ekonomi digarap secara serius, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Untuk mencapai tujuan tersebut, Beja bahu membahu dengan perangkat kelurahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam membangun Kelurahan Canden. Fokus utama pembenahan adalah menyangkut kualitas dan kapabilitas pada diri masing-masing, baik pemimpin maupun yang dipimpin di Kelurahan Canden.

“Saya menginginkan kemajuan Kelurahan Canden tidak hanya bertumpu pada lurah dan perangkat kelurahan saja, melainkan juga ditopang oleh seluruh elemen masyarakat,” jelas Beja kepada KRJOGJA.com, Jumat (26/02/2021).

Dijelaskan, langkah awal yang dilakukannya sebagai Lurah Canden adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perangkat kelurahan dan para dukuh di wilayahnya. Peningkatan SDM meliputi bidang Iptek, wawasan kebangsaan, dan sejarah lokal maupun nasional. Hal itu dirasa sangat penting karena merupakan ‘kesatuan’ yang tidak bisa dipisah-pisah. Singkatnya, kualitas SDM pemimpin menjadi kunci kemajuan daerah.

Beja mencontohkan, dirinya memberi penandasan kepada warganya agar dalam memilih pemimpin tidak berorientasi pada money politic (politik uang). Karena jika memilih pemimpin semata-mata karena pertimbangan uang tanpa memperhatikan kualitas figur yang hendak dipilih, nantinya akan memunculkan kerugian secara struktural dan sosial.

“Setidak-tidaknya dalam kurun waktu kepemimpinan seseorang, rakyat akan terbelenggu oleh pemberian uang yang telah diterima. Dengan demikian, jika hendak melakukan koreksi atau kritik muncul ewuh pekewuh,” jelas Beja.

Penandasan tersebut disampaikan Beja terkait akan segera dilakukannya pemilihan dukuh di Kelurahan Canden. Beja menginginkan seseorang yang hendak mencalonkan diri sebagai dukuh, harus benar-benar mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Harus dihindari mencalonkan diri sebagai dukuh hanya karena ‘iseng-iseng berhadiah’.

Pasalnya, saat ini rakyat membutuhkan tampilnya seorang pempimpin yang berkualitas, merakyat, dan paham mengenai wilayah yang dipimpinnya. “Jangan sampai rakyat memilih pemimpin seibarat mendapatkan kucing di dalam karung,” ujarnya.

Terkait hal itu, sebagai Lurah Canden dirinya berniat untuk menggelar pendidikan dan latihan dasar (diklasar) bagi para kandidat dukuh. Bekerja sama dengan rekanan, pihaknya akan menyelnggarakan semaca, ‘kursus’ kepemimpinan bagi para calon dukuh. Dari event itu, nantinya para dukuh akan mempresentasikan kualitas dirinya kepada para pemilih.

Dengan demikian, nantinya warga bisa mengentahui mana pemimpin berkualitas yang pantas dipilih. “Saya juga menekankan kepada perangkat kelurahan agar menguasahi teknologi agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” tandas Beja.

Beja juga berniat memajukan wilayah yang dipimpinnya di sektor ekonomi. Kelurahan Canden selama ini dikenal sebagai produsen jamu, baik yang digarap secara modern maupun tradisional. Beja akan mengumpulkan para produsen jamu dalam satu wadah sebagai bagian dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang nantinya mendapatkan jalan memajukan usahanya. “Kami juga akan mengupayakan potensi wisata air, terutama di Kali Opak yang melewati Kelurahan Canden,” jelas Beja. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI