Madukismo Sambut Musim Giling

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Menyambut musim panen tebu masa tanam 2018-2019 dan masa giling dan suling Pabrik Gula dan Pabrik Spiritus (PG-PS) Madukismo 2019, telah diawali prosesi selamatan giling atau lebih populer disebut upacara tradisi cembeng. Prosesi cembeng diawali dengan sesaji ancak-ancak ’tumpeng sewu’ disebar di sekitar komplek maupun perkantoran pabrik dan pemberian sembako kepada warga dhuafa di sekitar pabrik juga di wilayah kantong-kantong tenaga kerja.

Dilanjutkan Kamis (28/02/2019) malam ini pentas wayang kulit semalam suntuk di Pantai Parangkusumo Kretek. Hari berikutnya 4 hingga 6 Maret 2019 dilakukan ziarah ke Makam Ki Ageng Giring di Gunungkidul, Makam Kota Gede dan Makam Raja-Raja Imogiri. Selamatan lain dilakukan di makam para pendahulu, seperti ahli masak gula pada awal berdirinya PG Madukismo.

Menurut Ketua Panitia Selamatan Giling PG-PS Madukismo 2019, Haman Sutopo prosesi cembeng yang diselenggarakan setiap menyambut masa giling di PG Madukismo ini merupakan upacara tradisi yang tidak pernah ditinggalkan sejak pabrik gula pada pemerintahan Belanda, bahkan tradisi ini juga dilakukan di semua pabrik gula di Indonesia, terutama di Jawa. Semua rangkaian kegiatan cembeng intinya mohon doa keselamatan kepada Allah yang maha kuasa, Agar selama masa giling diberikan kelancaran dan keselamatan bagi semua karyawannya.

“Tradisi cembeng di Madukismo juga telah dimasukkan pada jadwal tahunan agenda budaya di Dinas Kebudayaan Bantul, sehingga tradisi cembeng Madukismo menjadi agenda hiburan bagi masyarakat Bantul, karena pada acara cembeng ini juga digelar pasar malam cembeng,” jelas Haman Sutopo.

Sementara pasar malam cembeng digelar selama 2 pekan mulai 23 Maret hingga 5 April 2019. Pada Kamis (04/04/2019) digelar kirab tebu temanten dan Jumat (05/04/2019) pergelaran wayang semalam suntuk di lapangan emplasemen depan pabrik. Awal giling 2019 akan dimulai 11 April 2019.

PG Madukismo tahun ini genap usia 64 tahun. Awal dibangun tahun 1955 dengan mendatangkan mesin dan tenaga ahli dari Jerman Timur, diresmikan Presiden Sukarno pada 29 Mei 1958. Pada era itu, Madukismo merupakan pabrik termoderen se Asia. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI