Mahasiswa Diminta Pasang Badan Jaga Pancasila

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai generasi muda, calon pemimpin bangsa, mHasiswa diminta selalu siap, pasang badan berhadapan dengan siapa saja yang mau mengganti Pancasila. Sebab Pancasila sebagai dasar negara Indonesia telah terbukti sebagai ideologi terbaik yang mampu menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri lebih dari 700 suku bangsa 1000 budaya, dan 1000 bahasa.

“Sebagai negara multikultur, dan heterogen terbesar di dunia Indonesia mampu bertahan dengan ideologi Pancasila. Bandingkan dengan Uni Soviet yang dibangun kurang dari 100 suku bangsa dan kurang dari 100 bahasa, serta Yugoslavia yang dibangun kurang dari 20 suku bangsa/budaya, kedua negara besar tersebut sudah bubar karena ideologi tidak mampu menyatukan perbedaan/perpecahan,” tutur Anggota DPR RI 2019-2024, Drs HM Idham Samawi saat menjadi Keynote Speaker dalam Pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Yogyakarta Periode 2020-2021, Sabtu (1/9) di Hotel Matahari, Jalan Parangtritis Km 1 Yogya.

Membawakan tema Refleksi Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Ukhuwah di Era Normal Baru, Idham menegaskan Pancasila juga sesuai dengan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin yang ditanamkan di Pesantren. “Islam mengajarkan untuk berpihak pada yang tertindas, yatim, miskin, dhuafa. Demikian juga Pancasila yang berkeadilan sosial,” jelas Idham.

Dimasa pandemi Covid-19 menyambut Normal Baru Idham menegaskan sila-sila Pancasila sangat konkrit diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Sikap toleransi, saling menghormati dan saling menjaga, merajut persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Idham menyebutkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara dilakukan sesuai zamannya. “Dari sejarah kemerdekaan Negara Kesatuan RI, Pancasila bisa menyatukan suku bangsa, agama dari Sabang sampai Merauke. Juga di masa kemerdekaan ini dengan semangat Pancasila kita (Pemerintah) mencoba mengambil kembali aset-aset kekayaan bangsa yang sempat diigadaikan dengan melakukan nasionalisasi,” tegas Bupati Bantul Periode 1999-2004 dan 2005-2010 ini. (R-4)

BERITA REKOMENDASI