Mahasiswa Prodi Manajemen dan Ekonomi Syariah UAA Gelar Pengabdian Masyarakat di Dusun Mangir Lor dan Benyo

BANTUL, KRJOGJA.com – Istilah UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. UMKM sebagai bisnis umumnya dijalankan individu, rumah tangga atau badan usaha dengan omset tertentu.

Pandemi covid 19 yang melanda dunia selama kurang lebih 2 tahun ini memberikan dampak pada beberapa sektor kehidupan, salah satunya yaitu pada sektor ekonomi. UMKM yang seharusnya mampu menjadi penopang kehidupan, dimasa pandemi justru banyak yang gulung tikar. UMKM yang mengalami kebangkrutan diakibatkan karena banyak faktor salah satunya adalah berkurangnya permintaan konsumen terhadap barang akibat daya beli rendah yang menyebabkan pendapatan UMKM menurun drastis.

“Kami dari Prodi Manajemen dan Prodi Ekonomi Syariah bersama beberapa mahasiswa dari Universitas Alma Ata (UAA) melakukan pengabdian masyarakat di dua dusun, yaitu Dusun Mangir Lor dan Dusun Benyo. Tema yang kami usung dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah membangun, mengembangkan dan mempertahankan bisnis dengan tujuan untuk mensejahterakan UMKM. Kegiatan ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu terkait izin usaha, label halal, pemasaran melalui e-commerce, financial planning dan maping usaha (memasukkan lokasi usaha ke dalam google map),” ujar Tyagita Dianingtyas Sudibyo SE MM, dosen pembimbing kegiatan ini,  Sabtu (6/11/2021).

Dusun Mangir Lor memiliki 9 UMKM diantaranya 1 UMKM sudah berskala internasional, 1 berskala nasional dan 7 berskala lokal. Dusun Benyo memiliki 15 UMKM dengan 1 berskala internasional, 2 berskala nasional dan 12 UMKM berskala lokal. Total UMKM di Dusun Mangir Lor dan Benyo adalah 21 UMKM dimana 90 persen masih berskala lokal. UMKM berskala lokal inilah yang masih memerlukan pendampingan instens agar mampu bertahan serta menembus pasar nasional hingga internasional.

“Para akademisi melakukan pengabdian masyarakat ini agar adanya sinkronisasi antara penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para akademisi dengan para pelaku UMKM. Kegiatan pendampingan untuk mensejahterakan UMKM masih berlanjut hingga akhir bulan November 2021, dimana setiap minggu ada evaluasi progres dari masing-masing UMKM yang kami dampingi dengan dibantu mahasiswa dari UAA,” pungkas Tyagita.(*)

BERITA REKOMENDASI