Majelis Mujahidin: Jangan Terlibat Kejahatan Jalanan, Bertobatlah!

BANTUL, KRJOGJA.com – Fenomena sosial berupa kejahatan jalanan atau yang lebih dikenal dengan ‘Klitih’ oleh sekelompok remaja/pelajar telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat khususnya para orangtua yang memiliki anak-anak usia sekolah. Oleh sebab itu penting bagi semua elemen masyarakat, terutama ormas untuk berpartisipasi dalam upaya menanggulangi tindak kejahatan tersebut sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Adanya keresahan masyarakat tersebut telah mendorong Ormas Islam Majelis Mujahidin (MM) yang bermarkas di Karanglo No 94 Jogoragan Jagalan Banguntapan Bantul untuk turut serta mengambil peran dalam upaya menanggulangi kejahatan jalanan (klitih) sebagai bagian dari tujuan organisasi dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar yang berdasarkan Syariat Islam

Sesuai kapasitasnya sebagai organisasi keagamaan, maka dukungan yang diberikan Majelis Mujahidin yaitu melalui pendekatan dakwah terkait sanksi bagi pelaku aksi klitih dalam perspektif Syariat Islam, sehingga melalui metode tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi klitih dan menyadarkan pelaku yang sudah terlanjur bergabung dalam gank klitih

Sejalan dengan itu, Juru bicara Majelis Mujahidin Ust Jarot Supriyanto, SE alias Abu Haedar merasa prihatin dengan perilaku menyimpang generasi muda yang ditunjukkan dengan aksi klitih, karena perbuatan tersebut tergolong dosa besar dalam ajaran Islam.

“Bagi pelajar maupun remaja yang telah terlanjur mengikuti gank klitih maka kembalilah dan bertaubatlah sebelum terlambat, karena sungguh perbuatan itu diancam dengan neraka oleh Allah SWT. Dan hendaknya anak remaja mengisi kegiatan di luar jam sekolah dengan hal-hal yang bersifat positif untuk meraih prestasi yang bisa membuat bangga orang tua, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut Ust Jarot Supriyanto mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab kenakalan remaja hingga dapat terjerumus kedalam gank klitih karena kurangnya bekal ilmu agama dan pergaulan yang salah dari kaum remaja, sehingga untuk mengantisipasinya perlu adanya jalinan komunikasi yang baik antara anak dan orangtua, disamping keteladanan dari figur seorang bapak.

“Kepada masyarakat, marilah kita peduli dan memberikan perhatian lebih kepada lingkungan serta anak-anak kita agar mereka tidak terjerumus dalam gank klitih yang hanya akan merugikan diri sendiri maupun masyarakat,” himbaunya.(R-9)

BERITA REKOMENDASI