Makan di Ayam Goreng Syariah, Bayar Semampunya

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sebuah sentra kuliner makan dan minum (foodcourt) di Jalan Imogiri Timur Wirokerten Banguntapan Bantul memiliki cara unik untuk berjualan. Tak hanya mengejar keuntungan semata, namun para penjual juga ingat untuk berbagi dengan sesama kurang beruntung.

Tercatat ada delapan gerai makanan dan minuman di sentra yang berdiri awal 2029 ini. Makanan seperti ayam goreng, gudeg, soto padang, kebab, takoyaki, sosis bakar hingga thai tea yang sedang digandrungi anak-anak muda tersedia.

Menariknya, setiap hari seluruh gerai mempersiapkan 50 porsi bagi siapapun yang kurang mampu. Para pembeli yang menyantap makanan serta minuman di foodcourt ini bisa membayar dengan harga semampunya.

Foodcourt bernama Ayam Goreng Syariah tersebut diinisiasi kakak beradik Novian Indra Kusuma (30) dan Asep Suryana (25). Dahulu, sentra kuliner tersebut merupakan rumah tinggal keluarga yang juga tempat usaha bidang perkayuan.

Namun, sejak akhir 2019, usaha kayu dirasa tak lagi membawa manfaat bagi keluarga sehingga muncul ide membuat sentra kuliner yang diisi berbagai makanan dan minuman. “Saat itu kami berdua dapat amanah dari orangtua untuk tidak lupa berbagi dengan sesama. Akhirnya muncul ide untuk membuat sentra kuliner, di mana orang bisa membayar semampunya,” ungkap Asep Suryana ketika berbincang, Sabtu (28/11/2020).

Tidak terbatas hari tertentu, para penjual yang sebagian besar menyewa ruang usaha menyediakan 50 porsi makanan dan minuman bagi siapapun yang membutuhkan. Bayarnya pun semampunya, tidak ada batasan minimal memperhitungkan kemampuan tiap pembeli.

“Kalau ayam goreng, sayur dan nasi misalnya Rp 10 ribu, tapi kalau punyanya cuma Rp 2 ribu ya tetap dibuatkan seperti porsi reguler. Siapapun bisa beli, kami siapkan 50 porsi setiap hari dan akan terus ditambah kedepan sampai 100 porsi makanan dan minuman,” lanjut pria yang juga menjadi educator bimbingan belajar tersebut.

Para penyewa ruang usaha disebut Asep mendapatkan harga yang cukup murah. Sebagai gantinya, mereka ikut memberikan menu makanan dan minuman bayar semampunya setiap hari.

“Alhamdulillah sampai hari ini kami semua tidak rugi, tetap untung meski memberikan porsi bayar semampunya pada pembeli. Malah kami bisa tetap untung dan ingin lebih banyak memberikan porsi tiap hari karena ada yang berdonasi juga. Mudah-mudahan semakin banyak juga yang tergerak karena kami ingin memberikan lebih banyak,” ungkapnya lagi.

Novian menambahkan, inisiasi Ayam Goreng Syariah tercetus karena ia bersama sang adik ingin bersedekah yang benar-benar bisa terpantau sampai pada orang yang berhak. Dengan memberikan makanan dan minuman secara langsung, keduanya merasa sangat puas lahir batin karena bisa berbagi dengan sesama.

“Lebih puas ketika bisa berbagi secara langsung pada orang yang membutuhkan. Mudah-mudahan semakin banyak yang ikut tergerak berbagi bersama kami, sehingga banyak juga orang terbantu,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI