Masa Sanggah Rekruitmen CPNS, 4 Peserta MS Jadi TMS

BANTUL, KRJOGJA.com – Proses seleksi rekruitmen CPNS Kabupaten Bantul telab memasuki tahapan masa sanggah. Dalam masa sanggah ini terdapat 11 orang yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi Memenuhi Syarat (MS) dan berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya. Namun demikian dalam masa sanggah ini, empat peserta yang sebelumnya dinyatakan MS justru harus menelan pil pahit dengan dinyatakan TMS dan tidak dapat melanjutkan tahapan seleksi berikutnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Danu Suswaryanta kepada wartawan, Jumat siang (27/12/2019) di Pendapa Kompleks Pemda II Manding menuturkan setelah proses pendaftaran dan seleksi administrasi dilakukan tahapan masa sanggah selama tiga hari. Pasca masa sanggah dilanjutkan jawaban sanggah.

"Masa sanggah digunakan untuk memeriksa dan mengakomodir pada peserta untuk bertanya jawab seputar CPNS misalnya menanyakan mengapa dirinya merasa persyaratan lengkap akan tetapi dinyatakan TMS," jelasnya.

Dari hasil masa sanggah ini diperoleh 11 peserta yang sebelumnya TMS menjadi MS. Sementara ada empat peserta yang setelah diteliti dan verifikasi lebih lanjut justru dinyatakan TMS. Adapun faktor yang mempengaruhi berubahnya menjadi TMS dimungkinkan beberapa faktor.

"Dari pendaftar cumlaude, syaratnya selain nilai tinggi, universitas atau Perguruan Tinggi (PT) tempat menimba ilmu memiliki akreditasi A baik program studi (prodi) atau jurusan serta Universitas/PT. Namun yang terjadi nilai peserta sudah cumlaude tetapi PT/Universitas atau bahkan prodi terakreditasi dibawah A. Meski akreditasi universitas/PT A namun jika prodi terakreditasi B tetap TMS," urainya lagi.

Ditanya mengenai kuota disabilitas, Danu menjelaskan, dari 12 kuota disabilitas yang disediakan pada perekrutan CPNS Bantul baru ada 3 pendaftar.

Pada CPNS 2019 ini pendaftar CPNS di Bantul mencapai sekitar 9.000 pendaftar dengan formasi sebanyak 601 formasi, meliputi tenaga pendidikan atau guru sebanyak 308 formasi, tenaga kesehatan berjumlah 88 formasi, kemudian yang tenaga teknis sebanyak 205 formasi.

Adapun formasi CPNS yang paling banyak pelamarnya adalah pada formasi tenaga kesehatan yang mencapai sekitar 3.800 pelamar dari 88 kebutuhan formasi, dan jumlah tersebut melebihi dari pelamar formasi tenaga teknis. (Aje)

BERITA REKOMENDASI