Masalah Perumahan Bersubsidi Rentan Terjadi di Kota Besar

BANTUL, KRJOGJA.com – Masalah perumahan bersubsidi yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) rentan sekali terjadi di Kota Besar. Hal ini karena pertumbuhan penduduk di kota besar tinggi dan kebutuhan terhadap papan juga mengikuti tinggi.

“Banyak sekali pengaduan terutama pembiayaan perumahan yang masuk ke kami. Kasus itu bukan dari konsumen saja tetapi produsen juga. Dalam data perlindungan konsumen, pengaduan terhadap pembiayaan perumahan itu tinggi. Adapun yang dilaporkan biasanya terkait produk kepemilikan perumahan. Ada konsumen menganggap apa yang mereka telah berikan tak sesuai dengan yang diperoleh.

“Kami tak berpihak kepada konsumen saja tetapi mencari jalan tengahnya. Bisa jadi konsumen yang tidak paham persyaratan, atau ada pula pengembang yang memotong hak konsumen,” urai Sekretaris Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementrian PUPR, Irma Yanti ditemui disela workshop DJPI Berkarya Konsumen Ceria di Hotel Grand Dafam Rohan, Kamis (13/2/2020).

Ditegaskan Irma, kasus perumahan bersubsidi sudah menjadi masalah nasional. Adapun aduan terbanyak ada di kawasan berkembang seperti Bekasi, Tangerang , Bogor dan sebagainya. Sementara untuk di wilayah DIY, meski kasus dimungkinkan ada namun hingga saat ini pihaknya belum menerima aduan secara resmi dari DIY.

Dibagian lain, Irma juga menegaskan potensi pengembangan perumahan bagi MBR di kawasan DIY cukup bagus. “Kami terus genjot karena pertumbuhan penduduknya di DIY juga tinggi pula. Adapun pengembangan rumah bagi MBR perkembangannya dimungkinkan di kawasan Kulonprogo dan Gunungkidul,” tegasnya.

Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Pemda DIY, Muji Rahardjo menuturkan DIY merupakan pusat pendidikan, budaya dan pariwisata. DIY merupakan kota unim dengan simbol kota tua kerajaan namun disisi lain ada gemerlap modern.

“DIY memiliki UU Keistimewaan yang meliputi segala hal termasuk soal pertanahan. Ada perlakuan khusus berkaitan tata ruang dan tanah di DIY. Kami berharap dengan adanya workshop ini mampu menciptakan hal positif terkait tanah dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya. (Aje)

BERITA TERKAIT