Masuk Musim Kemarau, Petani Bantul Dihimbau Patuhi Pola Tanam

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Memasuki bulan Mei 2021 diperhitungkan sudah mulai musim kemarau. Di Bantul, sesuai SK Bupati Bantul No 430 Th 2020 tentang pola tanam, pada musim tersebut sudah memasuki masa tanam ke tiga yakni untuk menanam polowijo.

Menurut Kabid Budidaya Air Dinas PU P2P Bantul, Yitno ST, kebutuhan air irigasi di Bantul pada musim kemarau tidak mencukupi untuk mengairi semua tanaman padi. Sehingga Bupati menerbitkan SK untuk mengatur pola tanam, yakni dalam satu tahun dibagi menjadi tiga masa tanam (MT).

Masa tanam ke satu pada bulan September,Oktober, November dan Desember, petani menanam padi. Masa tanam ke dua bulan Januari, Februari, Maret dan April menanam padi. Masa tanam ke tiga , Mei, Juni, Juli dan Agustus menanam polowijo. Atau Padi- Padi- Polowijo. Sistim pola tanam tersebut, selain untuk memutus siklus serangan hama tanaman juga untuk mengistirahatkan tanah agar tidak terus menerus ditanami padi.

Karena itu selama musim kemarau atau masa tanam ke tiga agar petani mematuhi SK Bupati, dengan menanam polowijo. “Jika di wilayahnya kecukupan air dan tetap menanam padi ya silahkan. Tetapi jika mengalami gagal panen atau puso, karena serangan hama jangan menyalahkan pemerintah, ” ungkap Yitno.

BERITA REKOMENDASI