Masuki Bulan Rawan Bencana, Stakeholder di Bantul ‘Rapatkan Barisan’

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Antisipasi menghadapi bencana tidak mungkin bisa diatasi sendiri- sendiri. Tetapi harus bersama- bersama, bersinergi dan berkolaborasi, sehingga akan mampu menangani secara maksimal. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bantul, AKBP Ihsan SIK saat memimpin Apel antisipasi menghadapi bencana 2021 dilapangan Paseban Senin (8/11).
Apel tersebut diikuti dari berbagai stakeholder, diantaranya Basarnas DIY, TNI- Polri, Sat Brimob dan Polairud Polda DIY, Tim SAR, BPBD, PMI, FPRB dan relawan.
Menurut Kapolres Bantul, berdasarkan perkiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi Limatologi  dan Geofisika (BMKG), saat ini di DIY sudah memasuki musim penghujan yang puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan November 2021 hingga Februari 2022. Kondisi ini, tentunya perlu disikapi bersama , dengan melakukan berbagai persiapan sebagai langkah antisipasi akan terjadinya bencana yang ditimbulkan. Mengingat Bantul termasuk dalam daerah yang berpotensi bencana,  seperti tanah longsor, hujan disertai angin, banjir, pohon tumbang dan lainnya.
“Karena itu kita harus antisipasi dan siap siaga dengan menggelar apel bersama menghadapi bencana, dan apel ini merupakan bentuk respom dari  pemerintah ,”papar Kapolres Bantul .
Dikatakan, kapanpun dan dimanapun tidak pernah atau kapanpun terjdinya bencana, tetapi setidaknya sudah ada kesiapsiagaan dan disampaikan kepada masyarakat petugas siap dan menjamin seluruh aktivitas mssyarakat dapat berjalan dengan baik.
Terkait kesiapan personel yang didiapkan menurut AKBP Ihsan, jumlah anggota di Polres Bantul ada 2.000 personel, jika terjadi bencana yang membutuhkan personel banyak maka semua personel di Polres Bantul bisa dikerahkan semua atau setidaknya setengah kekuatan.
Tak berbeda di Kodim 0729 Bantul, menurut Dandim 0729 Bantul, Letkol Inf Agus Indra Gunawan pengerahan personel tergantung teknik saja, bisa dimaksimalkan maupun diperkecil jumlahnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI