Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Editor: Ivan Aditya

BANGUNTAPAN, KRJOGJA.com – Amblesnya jalan di Dusun Bodon Jurang RT 11 RW 5 Kalurahan Jagalan Kapanewon Banguntapan Bantul jadi warning jika masyarakat mesti mewaspadai dampak badai La Nina dan potensi bencana Hidrometeorologi. Paska kejadian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mensuport penanganan awal dengan memberikan terpal, karung serta bantuan logistik. Langkah tersebut diambil agar amblesnya jalan ditepi Sungai Gajah Wong tidak meluas.

“Amblesnya jalan ini bukan karena aliran sungai, tetapi gerusan air dari atas yang nggerus badan jalan ini,” ujar Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Bantul, Bobot Ariffi’ Aidin, ST, MT, Plt Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli ST, Lurah Jagalan Banguntapan, Gono Santosa.

Halim mengungkapkan, pihaknya sepakat dengan solusi sementara oleh warga yang penting jalan bisa lalui. Nantinya dicarikan jalan keluar bersama karena setiap tahun terus menghadapi perubahan cuaca ekstrem. “Bahkan setiap perubahan musim kita punya pengalaman adanya bencana longsor, kemudian banjir,” ujar Halim.

Oleh karena itu, Halim minta masyarakat di hulu maupun hilir sungai harus waspada. Keberadaan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di setiap kalurahan mesti memantau perkembangan dilapangan. Karena diawal musim penghujan kali ini sudah terjadi kerusakan seperti di Jagalan ini.

Dampak adanya badai La Nina dan potensi bencana Hidrometeorologi memang harus diwaspadai. “Bantul ini adalah kabupaten yang merupakan hilirnya sungai-sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta tentu menghadapi kerentanan yang lebih besar dibanding kabupaten lainnya,” ujar Halim.

Linmas Kalurahan Jagalan Harjono Suraji mengungkapkan, amblesnya jalan kampung terjadi Minggu siang. “Ini bukan karena air sungai, tetapi growong dari gerusan air dari atasnya,” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI