Mau Melerai Malah Kena Pukul

BANTUL, KRJOGJA.com – Saksi korban Joko Santoso yang hendal melerai justru mendapat pukulan terdakwa Mrt alias Tekle (36) warga Pringgolayan Banguntapan Bantul. Akibat pukulan bertubi-tubi tersebut membuat saksi korban mengalami luka-luka cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Tetapi setelah dilakukan mediasi bersama kadus setempat antara terdakwa dengan saksi korban yang masih tetangga satu kampung melakukan kesepakatan damai. Bahkan saksi korban telah mendapat tali asih Rp 500 ribu sebagai biaya ganti pengobatan dan telah mencabut laporan di kepolisian.

"Tetapi saat dipanggil menjadi saksi di persidangan saya bingung mengapa kasusnya diteruskan. Padahal kami telah berdamai dan laporan saya cabut,” ungkap saksi korban di hadapan majelis hakim diketuai Zaenal Arifin SH dengan jaksa Healy Muliawati SH dan penasihat hukum Hani Kuswanto SH, Miftah SH serta Riche SH dalam sidang di PN Bantul, Kamis (15/6).

Bahkan dalam pesidangan, terdakwa kembali meminta maaf dengan disaksikan majelis hakim, jaksa, penasihat hukum serta pengunjung sidang. Meski telah memaafkan tetapi majelis hakim tetap melanjutkan sidang. Sementara perdamaian serta tanggung jawab terdakwa kepada saksi korban akan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam manjatuhkan putusan.

Seperti diketahui, pada Rabu 11 Januari 2017 sekitar pukul 15.30 mendengar suara teriakan dan ribut-ribut. Saat keluar rumah dan menghampiri terdakwa untuk melerai, saksi korban justru dikejar. Setelah tertangkap, saksi korban dipukuli terdakwa menggunakan kayu yang telah dibawa sebelumnya. Saat dipukul saksi korban berusaha melindungi kepala dan wajahnya sehingga bagian hanya bagian tangan dan kaki yang terkena pukulan. (Usa)

BERITA REKOMENDASI