‘May Day Ketupat’ di Bantul, Bupati: Wajib Hukumnya Memenuhi Hak Buruh

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Masyarakat pekerja atau buruh Kabupaten Bantul Minggu (15/5) menggelar peringatan hari buruh atau May Day 2022 di Gedung Madu Candyha Madukismo Kasihan. Acara yang bertema May Day Ketupat 2022 dihadiri Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, jajaran Tripartit, Forkompimkap Kasihan dan instansi terkait.
Bupati Bantul mengungkapkan, Bantul adalah kabupaten industri seperti yang ditetapkan oleh Gubernur DIY, juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bantul. Sehingga sektor industri ini menjadi sektor unggulan di Bantul.
“Nah, maka dalam peringatan May Day 2020 ini mengajak semua pihak, yakni pengusaha dan pekerja atau buruh untuk bersama- sama menjalin komitmen bekerja secara harmonis, untuk memperbaiki hubungan industrial. Hubungan antara pengusaha dan buruh , masing- masing harus melakukan hak dan kewajibannya secara baik sehingga tidak lagi terjadi problem hubungan industrial,” ungkap Bupati Bantul.
Untuk itu, hak – hak buruh harus dipenuhi, wajib hukumnya untuk memenuhi hak- hak buruh. Karena jika tidak , akan bermasalah dari sisi hukum juga dari sisi ekonomi.
Menurut Bupati Bantul, kondisi tersebut akan berdampak terjadi penurunan produktivitas, kalau terjadi penurunan produktivitas maka yang terjadi tidak tercapainya Produk Domistik Regional Brutto ( PDRB).
“Padahal, sektor industri memberikan kontribusi terbesar diatas sektor pertanian dan pariwisata,” imbuhnya.
Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti menambahkan, saat ini di Bantul terdapat 44.000 buruh lebih yang bekerja di sekitar 1.179 perusahaan yang ada di Bantul. Untuk menjaga kondusifitas hubungan industrial,  Disnakertrans Bantul memberikan fasilitas terbaik kepada pengusaha maupun pekerja, seperti melakukan diskusi atau sejenisnya yang mampu membawa kesejukan dalam hubungan industrial di Bantul.
Ketua SPSI Bantul Fardanatun selaku panitia mengatakan acara May Day 2022 mestinya akan mengundang lebih dari 1.000 buruh, tetapi karena tempatnya terbatas sehingga hanya mengundang sekitar 200 perwakilan dari masing-masing unit kerja.
Acara May Day 2022 sengaja hanya dilakukan dengan acara silaturahmi sekaligus Syawalan, tidak perlu turun ke jalan. ” Kecuali sangat orgen kami pasti turun ke jalan,” papar Fardanatun.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan santunan JKM dan JHT kepada keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI