Menangkal Radikalisme Tumbuh dalam Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Satuan Tugas (Satgas) Quick Win Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menyelenggarakan ceramah agama di Masjid Al Hikmah Pundung, Wukirsari Imogiri Bantul ketika Salat Jumat, (23/03/2019). Hal ini dilakukan sebagai upaya menangkan berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarus Sunnah Al Khoiriyyah Muntuk Dlingo Bantul, Ustadz Abdul Jabbar Suhardi mengatakan, agama Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya melakukan teror dalam bentuk apapun.“Islam merupakan agama  yang mengajarkan pemeluknya agar memiliki akhlaqul karimah. Karena Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya, Jumat (23/03/2018).

Abdul Jabbar juga menampik tudingan Islam disebut sudah mengajarkan paham radikalisme. “Kita harus mengakui, memang ada oknum mengatasnamakan Islam justru melakukan tindakan terorisme, seperti penyerangan dengan target aparat kepolisian, dengan alasan berjihad di jalan Allah,” ujarnya.

Hal tersebut terjadi karena pemahaman agama yang dibangun dari paradigma tidak benar. Ustadz yang pernah belajar di Yaman ini menilai, pemahaman takfir, atau mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham merupakan pemahaman keliru. Oleh karena itu paham-paham itu  mestinya diberantas bersama.

Pemahaman  agama yang benar sesuai ajaran Nabi, sahabat, tabiin dan para imam 4 mahzab sesuai penjelasan ulama pendahulu. Sementara Komandan Satgas AKBP Waode Sariyna mengatakan, program itu secara  khusus untuk menangkal pemahaman agama yang radikal.

“Pemahaman agama yang radikal akan melahirkan tindakan berujung teror yang tentu mengancam negara kita yang notabene damai dan tentram ini,” ujar Waode. (Roy)

BERITA REKOMENDASI