Mencicipi Sensasi Gudeg Manggar Sidat di Bantul

Editor: KRjogja/Gus

Tak ada yang berbeda antara memasak sidat dan gudeg biasanya. Bumbu yang digunakan Andini pun sama seperti cara memasak gudeg pada umumnya, meski bahan yang digunakan adalah ikan sidat yang lebih amis daripada daging ayam.

“Bumbunya sama seperti gudeg, cara masaknya juga sama. Ya bahan-bahannya bawang merah, bawang putih, ketumbar, salam laos dan gula. Bedanya ya yang dimasak manggar dan daging ayamnya diganti ikan sidat,” imbuhnya tersenyum.

Andini yang memasak bersama sang suami, Hendro Sarjono banyak menerima pesanan sejak hampir tiga tahun mengkreasi gudeg manggar Sidat. Pembelinya pun berasal dari berbagai daerah tak hanya di Jogja saja.

Kondisi ini membuat pasangan suami istri tersebut harus berburu sidat hingga ke beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen dan Boyolali. “Biasanya sebelum habis sudah pesan. Kadang dapat yang satu ekor 7 kilo, 9 kilo bahkan pernah rekor 19 kilo. Cukup sulit karena ini kan harus di sungai carinya, jadi fresh,” ungkap Sarjono menambahkan.

Sarjono mengatakan olahan ikan sidat ternyata memiliki penggemar tersendiri dari segala usia karena rendah kolesterol meski tinggi protein. Ide mengkreasi ikan sidat didapat ketika keluarganya menggemari mengkonsumsi ikan tersebut sejak lama.

BERITA REKOMENDASI