‘Menda Mukti’ Berawal dari Hobi Kini Jadi Usaha Tani

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Di pedukuhan Sangkeh RT 41 Srigading Sanden Bantul terdapat satu kelompok peternak kambing jenis Peranakan Etawa (PE) yang cukup dikenal di wilayah tersebut. Karena kelompok peternak kambing yang menamakan kelompoknya Menda Mukti ini dinilai cukup berhasil di kalangan masyarakat Srigading Sanden. Kelompok peternak kambing PE ini diketuai Eko Cahyono warga setempat.

Menurut Eko Cahyono didampingi Yuni Kurniawan yang ternyata anggota Polri yang bertugas di jajaran Polres Bantul, pendirian kelompok peternak kambing PE ini berawal dari hoby menyayangi dan memelihara kambing. Mereka sering ke Kaligesing Jawa Tengah yang popular sebagai daerah budidaya kambing Etawa atau keturunan Etawa, untuk melihat kontes kambing disana.

Mulai dari hoby itu kemudian mereka mengembangkan menjadi usaha tani, mendirikan kelompok peternak kambing jenis PE diawali tahun 2007. “Sekarang kelompok Menda Mukti ini sudah beranggota 23 orang yang setiap anggota mempunyai kambing PE rata-rata 2 sampai 4 ekor,” paparnya kepada awak media, Minggu (26/9) di lokasi kandang kelompok Menda Mukti.

Produk yang didapat dari usaha peternakan kambing PE , setiap 6 kambing bisa menghasilkan susu sebanyak 8 sampai 10 liter. Sedangkan harga susu yang original per botol isi 1 liter Rp 25.000 ,sedangkan yang botolan 250 CC Rp 10.000. “Untuk pemasaran tidak harus keluar rumah, karena pembeli sudah datang sendiri. Bahkan sering kurang- kurang,” imbuhnya.
Untuk pemberian makan kambing PE tidak repot, cukup dedaunan hijau ditambah sedikit konsentrat.

Sedangkan pemenfaatan susu kambing pada umumnya untuk pengobatan, seperti sakit asma, menambah nafsu makan dan lainnya. Selama masa pandemi Covid-19, banyak pembeli yang dipakai untuk meningkatkan imun. Eko Cahyono bertekat akan terus mengembangkan peternakan kambing PE di Srigading Sanden hingga terwujudnya program pemerintah yakni One Villge One Profuct (OVOP) di Srigading. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI