Mengaku Prajurit Korem Pamungkas, Tentara Gadungan Tipu Janda

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jajaran Unit Intel Kodim 0729 Bantul menangkap seorang tentara gadungan. Dengan seragam lengkap TNI AD berikut tanda pangkat kapten di pundak, Sukamdi (45) warga Prambanan Klaten mengaku-ngaku sebagai prajurit Korem 072 Pamungkas dan berjanji akan menikahi seorang janda. Bukannya menikahi, namun pria yang aslinya seorang pengangguran ini malah menguras harta sang janda hingga mencapai Rp 36 juta.

Saat beraksi, Sukamdi mengganti namanya menjadi Andi Saputra. Rambutnya dipotong cepak ala prajurit dan kemana-kemana sering memakai atribut TNI AD dan menunjukkam berfoto berpakaian dinas harian (PDH) warna hijau khas seragam dinas kebanggan milik TNI AD.

Perkenalan Sukamdi dengan janda Hbb (48) warga Panggungharjo Sewon Bantul terjadi pada tahun 2019 silam. Melihat pelaku yang gagah, Hbb langsung kepincut dan masuk dalam perangkap Sukamdi untuk kemudian diajaknya menikah.

"Setiap kali yang bersangkutan datang ke Panggungharjo Sewon Bantul, ia sering menggunakan pakaian dinas maupun atribut TNI AD sehingga korban percaya kalau tersangka merupakan prajurit sebenarnya," kata Letda (Kav) Abdjan Sadik kepada KRJOGJA.com, Selasa (22/01/2020).

Perempuan yang telah memiliki anak ini langsung menyambut tawaran menikah dari Kapten gadungan ini. Sadar korban telah berhasil diperdayai, Sukamdi langsung melancarkan aksinya dengan meminta uang kepada Hbb guna keperluan mengurus surat nikah hingga jika ditotal mencapai Rp 36 juta.

Aksi tipu-tipu Sukamdi terbongkar setelah anak Hbb yakni SM merasa curiga dengan sosok pria yang tengah dekat dengan ibunya itu. Pemuda ini lalu melapor ke Koramil Sewon yang kemudian di teruskan ke Kodim Bantul.

Jajaran Unit Intel Kodim Bantul segera membentuk tim lalu memburu keberadaan pelaku. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata diketahui Sukamdi mengontrak sebuah rumah di kawasan Ngestiharjo Kasihan Bantul.

Bersama Babinsa setempat, Sertu Sugiyono tim menggerebek rumah kontrakan yang ditinggali Sukamdi, Jumat (17/01/2020) malam. Awalnya pelaku tak mau ditangkap dan malah menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI AD, namun setelah petugas mengetahui jika kartu tersebut palsu akhirnya Sukamdi tak dapat mengelak lagi.

Tentara gadungan ini digelandang ke Makodim Bantul berikut barang bukti berupa PDH, jaket loreng, KTA palsu dan beberapa atribut militer lainnya. Setelah dimintai keterangan akhirnya jajaran Kodim Bantul menyerahkan pelaku ke Polres Bantul, Sabtu (18/01/2020).

"Karena pelaku bukanlah anggota TNI AD maka kami serahkan ke Polres Bantul. Terkait penanganan masalah hukum tentang dugaan penipuan yang dilakukan, itu kewenangan Kepolisian untuk menanganinya," tegasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI