Mengaku Wartawan, Peras Pasangan Tak Resmi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kasus pemerasan oleh tiga orang yang mengaku sebagai wartawan kini memasuki babak baru. Dari hasil pemeriksaan petugas, para tersangka membidik pasangan tidak resmi yang sedang mengadakan pertemuan kemudian difoto dan diancam disebarkan ke media. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti, diantaranya sejumlah kartu Pers bertuliskan ‘Dewan Pimpinan Pusat LSM Rakyat Indonesia Berdaya’ dan handphone.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya SIK didampingi KBO Reskrim Iptu Muji Suharjo SH mengatakan tiga orang tersangka berhasil diamankan, masing-masing Ts (50), Ds (30) keduanya asal Bekasi dan Md (46) warga Kurahan Bantul. Kasus pemerasan tersebut bermula ketika korban Sj warga Kasihan Bantul dan teman perempuannya makan di daerah Seturan Depok Timur Sleman.

Ketika sedang makan itulah kemudian difoto oleh salah satu tersangka. Setelah beberapa saat berada di rumah makan keduanya keluar dan langsung masuk mobil menuju pusat Kota Yogyakarta, sementara tersangka terus saja mengikuti pergerakan mobil calon targetnya.

Ternyata mobil tersebut masuk area parkir sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta. Setelah itu keduanya pisah, perempuan masuk parkiran ambil mobil dan pelapor juga pergi.

Pelaku kemudia membuntuti korban dan menghentikan mobilnya di Guwosari Pajangan Bantul kemudian minta uang Rp 50 juta dan saat itu sudah diberi Rp 5  juta serta kekurangannya Rp 10 juta ditranfer kemudian hari. “Karena jika tidak diberikan maka foto keduanya bakal disebar ke media masa. Karena takut, korban memberikan Rp 15 juta dan sisanya akan dibayar kemudian,” ungkapnya di  Mapolres Bantul, Selasa (27/09/2019).

Merasa menjadi korban pemerasan, korban kemudian melaporkan ke Polres Bantul dan tersangka ditangkap sehari kemudian di Jalan Bantul ketika akan menyerahkan uang kekurangan. Riko mengatakan jika modus tersangka mencari target pasangan yang tidak resmi yang sedang jalan bersama. “Menurut pengakuannya komplotan ini mengaku baru sekali melakukan pemerasan dengan modus memotret pasangan tidak resmi,” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI