Mengharukan! Kedua Ortu Meninggal kena Covid, Pernikahan Pasangan Ini ‘Disengkuyung’ Warga

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 telah merenggut jiwa pasangan suami istri Tugihartono dan Catur Widayanti warga Gandekan Kalurahan Bantul Bantul sekitar 100 hari yang lalu. Mereka meninggalkan 2 anak yang berstatus yatim piatu, Ranidiani (27) dan adiknya yang sekarang masih duduk di kelas lV SD.
Ranidiani kini telah dipinang perjaka tetangganya, Idra Arisaputra (28) dan hari ini, Minggu (16/1) menjalani ijab kabul. Pada upacara pasangan Rani dan Indra kemarin banyak tamu yang berlinang air matanya karena haru.
Dukuh Gandekan, Danang Benowoputra menuturkan, sekitar 100 hari yang lalu, ketika pandemi Covid- 19 masih bercokol di Bantul sempat merenggut jiwa ratusan korbannya di Bantul, termasuk pasangan Tugihartono dan Catur  Widayanti. Tugihartono yang meninggal  lebih dulu,  sepekan kumudian istrinya menyusul saat sedang menjalani karantina di Selter Bambangliluro. Dengan kematian pasangan Tugiartohartono dan Catur sehingga meninggalkan 2 anak yatim piatu.
“Karena kondisi tanpa kedua orang tua, upacara pernikahan Rani dan Indra disengkuyung oleh pedukuhan setempat dan familinya. Tak heran jika banyak tamu yang merasa haru,” papar  Danang.
Pasangan Rani dan Idra juga sempat mengeluarkan air mata. Mereka berterimakasih kepada masyarakat sekitarnya yang telah memperhatian dan ‘nyengkuyung’ pelaksanaan upacara pernikahannya. “Kami berterima kasih dan mohon doa restu semoga perkawinan kami bisa sakinah, mawadah ,warohmah,” ucap pasangan temanten baru yang keduanya bekerja sebagai pekerja honorer di SMP swasta dan RSD Panembahan Senopati Bantul.
Pernikahan Rani dan Indra juga dihadiri Panewu Bantul, Drs Fausan Mu’arifin dan Lurah Bantul Supriyadi ketika menebar binih ikan di aliran sungai dekat dusun sebagai persyaratan bagi warga Kapanewon Bantul yang menjalani pernikahan. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI