Menginkubasi Start-up Bisnis

YOGYA, KRJOGJA.com –  Erasmus+ yang diwakili oleh Neil Towers dan Nadine Sulkowski dari Gloucestershire University Inggris melakukan 'Monitoring and Evaluating' (Monev) di Kantor Urusan Bisnis Inovasi (KUBI), kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Pramuka, Sidikan Umbulharjo, Senin (24/06/2019). Neil dan Nadine disambut Rektor UAD Dr Kasiyarno, Safar Nasir MSi (Wakil Rektor II), Dr Abdul Fadlil MT (Warek III), Prof Sarbiran PhD (Warek IV) dan Ida Puspita MARes (Kepala Urusan Internasional/KUl juga Koordinator Erasmus +) serta pengelola KUBI. 

Kasiyarno menegaskan kembali, KUBI telah diresmikan tanggal 27 November 2018 mempunyai tujuan untuk menginkubasi start-up bisnis dan Growth Hub menjadi pusat kegiatan kewirausahaan yang ada di UAD. "KUBI di UAD ditujukan untuk mahasiswa, alumni, stakeholders UAD, dosen dan karyawan," ujarnya. 

Growth Hub juga merupakan fasilitasi inkubasi untuk mengembangkan inovasi dan mengekspresikan ide-ide baru yang diterapkan pada ekonomi lokal, regional dalam bentuk start-up business.

Ditegaskan, Monev ini merupakan bagian hibah dari Erasmus + (Growing Indonesia A Triangular Approach). Proyek ini melibatkan 11 universitas dari berbagai negara seperti UAD, UII, Unibraw, STIE Malanvkucecwara, President University, Unnes-Semarang, Unpad, University of Gloucestershire Inggris, Innsbruck University Austria, Dublin Institute of Technology Irlandia, Fachhochschule des Mittelstands Jerman. 

"Proyek konsorium Erasmus + dipimpin okeh Gloucrstershine University berencans membuat tujuh Growth Hub di seluruh Indonesia. UAF adalah universitas pertama di Indonesia yang telah meresmikan Growth Hub yang diintegrasikan dengan KUBI," ujarnya.

Sedangkan Ida Puspita menyebutkan, Monev kali ini merupakan ajang bagi inkubasi bisnis yang berada di bawah naungan UAD untuk memamerkan produk unggulan. Ada 15 produk unggulan inkubasi bisnis UAD yamg diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal maupun produk mahasiswa dalam acara Monev ini. "Produk-produk tersebut bervariasi dari kuliner hingga obat herbal yang dikembangkan mahasiswa UAD," katanya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI