Mengubah Anggapan Sabung Ayam Ajang Perjudian

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejak dirintis tahun 2015 lalu Paguyuban Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPKAN) terus memberikan ruang bagi penggemar tinju ayam untuk menyalurkan hobinya. Tinju ayam dalam konteks ini merupakan kegiatan mengadu kekuatan ayam di medan laga, tanpa adanya unsur perjudian. Bahkan ayam laga yang jadi jawara berhak atas hadiah yang disediakan panitia.

“Kami akui sudah timbul stigma di masyarakat jika orang bermain ayam sangat indentik dengan perjudian. Padahal tidak semua kontes ayam itu judi. Oleh karena itu  kita dari PPKAN punya komitmen  untuk menghapus pandangan itu,” ujar Dewan Penasehat  PPKAN, Sutrajaya atau yang beken dengan sebutan Mbah Joyo di temui di Donolayan Tamanan Banguntapan Bantul, Kamis (14/09/2017).

Mbah Joyo mengatakan, salah satu misi dengan dibentuknya PPKAN diantaranya  mencegah kegiatan adu ayam dengan kegiatan judi. Tekad itu yang PPKAN terus disosialisasikan dimasyarakat.

Dalam tinju ayam, juga sediakan gelanggang untuk bertanding bagi ayam-ayam itu tersebut. Bagi ayam yang memenangkan kontes dipastikan punya nilai jual tinggi di pasaran mencapai puluhan juta.

Dijelaskan, selain untuk melawan judi, hadirnya PPKAN juga cara meningkatkan perekonomian peternak dan pengrajin. Sebagai ilustrasi, pengrajin kandang ayam, kiso atau tas ayam, jamu spesialis ayam aduan seperti merek Mbah Joyo juga bisa berkembang.

Bahkan peternak ayam aduan juga bisa menjual anakan.  Khusus kualitas bagus, anakan ayam laga harganya mencapai kisaran Rp 1,5 juta – Rp 3,5 juta / ekor. “Khusus anakan Birma dan Saigon sekarang paling banyak diminati,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI