Menjaga Populasi Sapi di Bantul dengan Inseminasi Buatan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Bantul menggenjot populasi sapi untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Jumlah populasi sapi saat ini diangka 66.000 ekor dan perlu ditingkatkan agar sanggup menopang kebutuhan daging dipasaran. Salah satu kebijakan yang sudah diambil dengan menggulirkan program Inseminasi Buatan (IB).

“Tahun 2021 ini populasi sapi di Bantul diangka 66.000, jumlahnya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo SPt MSi, Senin (25/01/2021).

Joko mengungkapkan, program IB tahun 2020 targetnya 35 ribu dan sudah tercapai dan realiasasi menembus 46 IB. Sedang tahun 2021 ini, target masih sama dengan tahun sebelumnya.

Namun Joko Waluyo sangat optimis tahun ini realisasinya IB bisa mencapai 50 ribu. Dengan program IB tersebut populasi di Bantul bisa terjaga dan kebutuhan daging terpenuhi. “Di Kabupaten Bantul terdapat 30 lebih jagal sapi untuk memenuhi kebutuhan 75 % daging sapi di DIY,” ujar Joko.

Khusus IB, ketika program dari pemerintah kuotanya tersedia semua gratis. Sebaliknya, jika program pemerintah selesai otomatis masyarakat harus mandiri. Tahun 2020, bulan Mei-Juni sudah habis akibat adanya pemangkasan sehingga setelah bulan itu , warga harus melaksanakan IB mandiri. “IB secara mandiri masyarakat mengeluarkan biaya Rp 50 ribu,” ujar Joko. (Roy)

BERITA REKOMENDASI