Menjaga Spirit Peristiwa Serangan Umum

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menggelar peringatan peristiwa sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan tema ‘ Indonesia Berdaulat’. Kegiatan yang dibuka Sekda Bantul, Helmi Jamharis tersebut dipusatkan di Pendapa Kalurahan Segoroyoso Kapanewon Pleret Kabupaten Bantul. Hadir sebagai narasumber, tokoh masyarakat Pleret H Sunarto SH MM, Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM Julianto Ibrahim SS MHum, Moeradji dari LVRI Kabupaten Bantul.

Helmi Jamharis mengatakan, Serangan Umum 1 Maret punya nilai berarti yang bisa dimanfaatkan pegangan bangsa Indonesia sepanjang massa. Peristiwa heroik itu mendorong kita semua menyadari bahwa negara ini didirikan lewat proses tidak mudah. “Para pejuang mengorbankan peluh, harta, benda hingga pertumpahan darah dalam mempertahankan NKRI,” ujar Helmi Jamharis.

Esensi terpenting dari peristiwa Serangan Umum salah satunya gotong royong. Termasuk bersatunya antara pemimpin dan semua pasukan dalam perjuangan melawan penjajah.

“Spirit merebut kemerdekaan ketika Serangan Umum 1 Maret ini tidak boleh hilang dan harus dijaga sampai kapanpun,” ujarnya.

Keberhasilan peristiwa itu juga dipengaruhi faktor kepemimpinan. Oleh karena itu, kita semua mengambil hikmah dari peristiwa bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, SSos MM, mengatakan Serangan Umum 1 Maret menjadi moment penting dalam sejarah Negara Indonesia dItengah negosiasi masih berlangsung dengan pemerintah Belanda. Serangan Umum 1 Maret membawa konsekuensi sangat besar baik harta dan benda.

Sebagai generasi penerus bangsa, masti menggali kembali tentang sejarah tersebut. Meski peristiwa tersebut terjadi di Yogyakarta, namun juga melibatkan wilayah lain di sekitarnya. Dalam sarasehan tersebut semua menerapkan protokol kesehatan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI