Menuju New Normal dan Turunkan Kasus Covid, Tiga Elemen Wajib ini Harus Dilaksanakan

Diakuinya, keseriusan ini yang masih banyak kekurangan. Masih kurang cepatnya rapid test, masih kurangnya APD, masih kurangnya pengakuan dan
penghargaan terhadap tenaga medis, paramedis, dan pejuang garda depan lainnya.

Elemen kedua yakni kedisiplinan dalam pelaksanaan PSBB yang selama ini masih buruk. Ia menuturkan baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama kurang disiplin. Ini bisa dilihat dari banyaknya aturan yang tumpang tindih, ego sektoral yang tampak, kebijakan pusat yang kerap kali membingungkan pemerintah daerah dan kebijakan yang kurang konsisten.

“Mirisnya lagi kedisiplinan masyarakat Indonesia juga sangat rendah terutama dalam 2-3 minggu terakhir ini. Kesadaran masyarakat untuk tinggal dirumah, tidak berkerumun, dan selalu pakai masker jika keluar rumah seolah sudah luntur sedangkan kesadaran untuk tidak mudiksudah tidak dapat dikendalikan,” tegasnya.

Elemen terakhir yakni ketegasan dalam menegakkan aturan PSBB danaturan lainnya. “Di Indonesia, aturan sebaik apapun tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak diiringi dengan tingkat ketegasan yang tinggi dalam menegakkan aturan. Sayangnya selama ini kita sulit membuktikan adanya ketegasan yang dijalankan secara konsisten selama pelaksanaan PSBB. Ironis pula ada sebagian warga yang beranggapan PSBB di Indonesia adalah PSBB basa basi,” tegasnya.

Rektor Universitas Alma Ata (UAA) ini menyarankan agar PSBB di Indonesia bisa lebih efektif dan mampu menekan laju covid-19 sampai pada level aman terkendali dalam waktu kurang dari satu-setengah bulan seperti negara lain yang telah berhasil mengendalikan Covid-19.

Direktur Alma Ata Center for Global Health ini menegaskan penanggulangam Covid-19 di Indonesia belum berhasil yang ditandai dengan terus menerus terjadi peningkatan kasus.

Kasus Covid-19 di Jabodetabek dinyatakan stagnan sejak awal Mei. Namun di Surabaya kasus justru naik. Jikakinerja PSBB tidak segera diperbaiki maka peluang penurunan kasus akan semakin kecil.

“Jika gagal memperbaiki PSBB maka dampak negatifnya akan semakin luas, krisis multi dimensi. Tidak hanya krisis kesehatan dan ekonomi seperti yang sudah kita rasakan saat ini tetapi bisa cepat meluas pada krisis sosial politik dan sebagainya,” tegasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI